50 Ribu Peserta PBI BPJS di Pasuruan Sempat Nonaktif, Pemkab Upayakan Normalisasi dan Solusi Tunggakan

9

Bangil (WartaBromo.com) – Sekitar 50 ribu peserta BPJS Kesehatan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Kabupaten Pasuruan sempat berstatus nonaktif. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan kini terus berupaya menormalkan kembali status kepesertaan agar pelayanan kesehatan masyarakat tetap terjamin.

Bupati Pasuruan, M. Rusdi Sutejo, mengatakan pihaknya telah meminta Dinas Kesehatan untuk memperbarui data peserta yang dinonaktifkan. Dari jumlah tersebut, sebagian besar kini sudah kembali aktif.

“Awalnya kita terdampak sekitar 50 ribu peserta yang dinonaktifkan. Saat penanganan medis, ada yang tiba-tiba statusnya nonaktif. Itu kemudian kita cover lewat program PBI daerah. Alhamdulillah sekarang sebagian besar sudah kembali aktif,” kata Rusdi saat diwawancarai di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, Rabu (11/2/2026).

Meski demikian, masih terdapat sekitar 1.000 hingga 2.000 peserta yang belum kembali aktif. Hal itu lantaran mereka tidak masuk dalam kategori desil yang ditetapkan pemerintah pusat. Pemkab Pasuruan kini tengah mencari solusi untuk kelompok tersebut.

“Masih ada yang belum kembali aktif karena tidak masuk desilnya. Jumlahnya sekitar 1.000 sampai 2.000 orang. Ini yang sedang kita carikan solusinya,” ujarnya.

Selain persoalan PBI, Pemkab Pasuruan juga menghadapi kendala pada peserta BPJS mandiri yang memiliki tunggakan iuran cukup besar. Sejumlah peserta kelas I tercatat menunggak hingga Rp7 juta sampai Rp8 juta, sehingga tidak bisa langsung dialihkan ke program Universal Health Coverage (UHC).

“Ini yang menjadi kendala. Ketika mau kita cover ke UHC, berarti harus melunasi tunggakan tersebut. Saat ini sedang kami rapatkan dengan Kadinkes untuk mencari jalan keluarnya,” jelas Rusdi.

Meski ada sejumlah persoalan administratif, Rusdi menegaskan pelayanan kesehatan di Kabupaten Pasuruan tetap berjalan tanpa diskriminasi. Baik pasien umum maupun peserta BPJS tetap mendapatkan pelayanan medis.

“Pada dasarnya pelayanan tetap diberikan. Mau pembayaran seperti apa pun, tidak ada pembeda. Semua langsung ditangani. Kalau ada kendala pembiayaan, nanti kita carikan solusi,” tegasnya. (fir/red)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.