Sekda Lumajang Protes Dugaan Limbah Dapur MBG Cemari Rumah Dinas, Polres Sebut Sumber Belum Pasti

20

Lumajang ( Wartabromo.com) – Sekretaris Daerah (Sekda) Lumajang, Agus Triyono, melayangkan protes terkait dugaan aliran limbah cair dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang disebut masuk ke area rumah dinasnya. SPPG yang dimaksud adalah SPPG yang bermitra dengan yayasan Kemala Bhayangkari.

Dapur umum MBG tersebut berada di sisi timur rumah dinas Sekda, tepatnya di Jalan Alun-alun Utara, Kecamatan Lumajang. Lokasinya yang berdempetan membuat persoalan ini langsung terasa dampaknya.

Agus menegaskan, ia menemukan air limbah mengalir ke halaman rumah dinas dan menimbulkan bau menyengat. Bahkan, menurutnya, bau tersebut cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Di halaman rumah dinas ada saluran air. Pagi tadi saya mendapati air limbah masuk dengan bau yang sangat menyengat,” ujar Agus, Kamis (12/2/2026).

Karena itu, ia meminta pengelola dapur SPPG segera membenahi instalasi pembuangan limbah. Meski mengaku sudah beberapa hari terganggu, Agus tetap memberi toleransi waktu.

“Saya beri waktu tujuh hari untuk memperbaiki tata kelola limbahnya,” tegasnya.

Selain limbah cair, Agus juga menyoroti kebisingan dari aktivitas dapur umum tersebut. Namun demikian, ia mengaku masih bisa memaklumi suara yang timbul. Sebaliknya, yang lebih mengganggu justru bau dari sisa makanan yang diduga terlambat dibuang ke tempat pembuangan sementara (TPS).

“Bau sampah bekas makanan yang mungkin terlambat dibuang itu cukup terasa,” tambahnya.

Di sisi lain, pihak Polres Lumajang membantah tudingan bahwa limbah tersebut berasal dari dapur SPPG yang bermitra dengan yayasan Kemala Bhayangkari.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, menyatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Namun hasil pengecekan sementara belum memastikan sumber limbah tersebut.

“Kami sudah cek bersama PU dan DLH. Hasilnya belum bisa dipastikan limbah itu berasal dari SPPG,” jelas Suprapto.

Menurutnya, kondisi saluran yang sudah lama dan kemungkinan adanya sumbatan bisa menjadi faktor lain. Bahkan, ia menilai limbah bisa saja berasal dari aliran rumah warga di sekitar lokasi.

“Bangunannya lama dan salurannya banyak. Bisa saja ada sumbatan dari saluran lain,” pungkasnya. (Rud/jun)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.