Branding Angkot untuk Wisata, Warganet: Angkot Pasuruan Lebih Dibutuhkan Anak Sekolah

17

Pasuruan (WartaBromo.com) – Peluncuran Angkutan Kota Wisata Pasuruan Ngider (Pasder) oleh Pemerintah Kota Pasuruan memantik beragam respons warganet. Alih-alih menyoroti fungsi wisata, sebagian besar komentar justru mengusulkan agar angkutan kota difokuskan sebagai transportasi pelajar.

Program rebranding angkot menjadi angkutan wisata dengan tarif Rp6.000 sekali jalan ini dinilai sebagian warga belum tentu mampu menarik minat masyarakat jika hanya menyasar sektor pariwisata. Warganet menilai kebutuhan transportasi harian, khususnya bagi siswa sekolah, jauh lebih mendesak.

Beberapa komentar di media sosial WartaBromo menyebut angkutan kota berpotensi kembali ramai apabila diarahkan untuk melayani pelajar yang selama ini banyak menggunakan sepeda motor ke sekolah.

“Utamakan anak sekolah. Perketat aturan tidak membawa kendaraan ke sekolah. Angkutan umum jalan, orang tua juga lebih tenang,” tulis salah satu warganet.

Pendapat serupa juga disampaikan pengguna lain yang menilai kebijakan pembatasan pelajar membawa kendaraan bermotor bisa menjadi solusi ganda: menghidupkan kembali angkot sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas usia sekolah.

Bahkan, beberapa warga mengingatkan kondisi era awal 2000-an ketika angkutan kota masih ramai penumpang karena mayoritas digunakan siswa SMP hingga SMA.

“Iya benar seperti tahun 2002–2010, penumpang paling banyak anak sekolah,” tulis warganet lainnya.

Selain fungsi pelajar, faktor tarif juga ikut menjadi bahan diskusi. Ada yang menilai biaya Rp6.000 sekali jalan masih kalah praktis dibanding menggunakan kendaraan pribadi, terutama bagi keluarga.

Di tengah berbagai tanggapan tersebut, muncul pandangan bahwa konsep angkutan wisata dinilai kurang menyentuh kebutuhan mobilitas harian warga. Sebaliknya, angkutan sekolah dianggap lebih realistis untuk menghidupkan kembali transportasi umum di Kota Pasuruan.

Meski demikian, sebagian warga tetap mendukung kehadiran Pasder sebagai langkah awal pemerintah membenahi angkutan kota yang selama ini semakin sepi penumpang.

Respons warganet ini menunjukkan bahwa persoalan angkutan kota bukan sekadar soal branding wisata, melainkan bagaimana moda transportasi publik mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat sehari-hari — terutama bagi pelajar yang membutuhkan transportasi aman dan terjangkau. (red)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.