Bupati Probolinggo Prihatin atas Hilangnya Koper Wisatawan Tailan di Bromo

12
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dalam sebuah acara di gerbang wisata Sukapura

Probolinggo (WartaBromo.com) — Pemerintah Kabupaten Probolinggo menyampaikan keprihatinan atas peristiwa hilangnya koper milik wisatawan asal Tailan di kawasan Gunung Bromo, Kecamatan Sukapura.

Kasus tersebut sebelumnya telah dilaporkan ke Polres Probolinggo pada Minggu (15/2/2026) petang dan kini dalam proses penyelidikan.

Kepolisian menyatakan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi parkir.

Menanggapi peristiwa tersebut, Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris menyatakan rasa prihatin dan menegaskan pentingnya keamanan sebagai bagian dari pelayanan wisata.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, saya menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas kejadian kehilangan barang yang dialami rombongan wisatawan asal Tailan di kawasan Bromo,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (16/2/2026).

Ia menekankan bahwa Bromo merupakan ikon pariwisata daerah sekaligus salah satu destinasi unggulan nasional yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Bromo adalah wajah pariwisata kita. Setiap wisatawan yang datang bukan sekadar tamu, melainkan sahabat yang harus kita jaga bersama. Karena itu, rasa aman adalah bagian utama dari pengalaman wisata,” kata dia.

Menurut dia, peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk memperkuat sistem pengamanan destinasi wisata, terutama di titik-titik yang menjadi akses utama wisatawan, seperti area parkir.

Gus Haris, begitu ia disapa, juga mengajak masyarakat, pelaku usaha wisata, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan koordinasi dan pengawasan.

“Pariwisata hanya akan tumbuh jika wisatawan pulang dengan rasa aman, nyaman, serta membawa cerita baik tentang Probolinggo,” ujarnya.

Pemerintah daerah, lanjut dia, berharap insiden ini tidak menimbulkan trauma bagi wisatawan, melainkan menjadi momentum evaluasi dan pembenahan sistem keamanan di kawasan Bromo dan destinasi unggulan lainnya.

“Bromo tidak hanya harus indah dipandang, tetapi juga harus aman dirasakan. Keamanan wisata adalah kehormatan bagi daerah kita,” kata Gus Haris.

Hingga kini, penyelidikan kasus kehilangan tersebut masih berlangsung dan kepolisian menyatakan akan berupaya mengungkap pelaku serta menelusuri keberadaan barang milik korban. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.