7 Koper Turis Tailan Hilang di Bromo, Wamenpar Minta Penguatan Sistem Keamanan Destinasi

6
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa. Foto : istimewa

Probolinggo (WartaBromo.com) – Tujuh koper milik wisatawan asal Tailan dilaporkan hilang saat rombongan berlibur ke kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo. Peristiwa itu terjadi ketika kendaraan yang mereka tumpangi terparkir dalam kondisi terkunci di Pendopo Kecamatan Sukapura.

Kasus ini mendapat perhatian dari Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa. Ia menyampaikan empati kepada para wisatawan yang menjadi korban dan menilai kejadian tersebut perlu menjadi evaluasi bersaLuh

“Saya menyampaikan empati kepada wisatawan yang menjadi korban pencurian di Gunung Bromo. Kejadian seperti ini tidak hanya berdampak pada pengalaman berwisata individu, tetapi juga dapat memengaruhi citra destinasi yang selama ini kita bangun bersama,” kata Ni Luh dalam keterangannya.

Menurut dia, aspek keamanan merupakan bagian penting dalam pengelolaan destinasi wisata. Pemerintah, melalui Kementerian Pariwisata, telah menyiapkan modul keselamatan dan keamanan yang dapat dijadikan acuan bagi pengelola destinasi maupun pelaku industri pariwisata.

“Modul tersebut dirancang untuk membantu pengelola menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi wisatawan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah setempat guna memperkuat pengawasan di kawasan Gunung Bromo serta destinasi wisata lainnya.

“Kami berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan demi menjamin kenyamanan dan keamanan wisatawan,” kata Ni Luh.

Insiden tersebut diketahui setelah rombongan kembali ke kendaraan dan mendapati kondisi bagian dalam mobil telah berantakan. Sejumlah barang yang sebelumnya tersimpan di dalam koper dilaporkan hilang.

Agen perjalanan yang mendampingi rombongan, Jhonni, mengatakan koper-koper tersebut awalnya tersusun rapi di dalam kendaraan. Namun saat dicek kembali, tujuh koper sudah tidak berada di tempatnya.

“Saat dibuka, kondisi di dalam sudah acak. Setelah diperiksa, tujuh koper hilang,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan sistem keamanan terpadu di kawasan wisata yang menjadi tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.