Keluarga Klarifikasi Evakuasi Buaya Prigen: Bukan Karena Tak Mampu Merawat, Tapi Faktor Keamanan Musim Kawin

125

Prigen (WartaBromo.com) – Pihak keluarga pemilik buaya muara berukuran besar yang dievakuasi ke Taman Safari Prigen pada Rabu (17/2/2026) akhirnya angkat bicara. Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat, sekaligus meralat identitas pemilik asli reptil tersebut.

Perwakilan keluarga, Rr. Aisyah Syafahilal, menegaskan bahwa keputusan menyerahkan buaya tersebut bukan karena keluarga sudah tidak mampu merawatnya, sebagaimana sempat diberitakan sebelumnya.

“Kami menyerahkan buaya itu ke pihak Taman Safari bukan karena kami tidak mampu untuk merawatnya lagi. Saat ini sudah memasuki musim kawin, dan dengan ukuran yang semakin besar kami khawatir dapat membahayakan. Karena itu, buaya tersebut kami hibahkan ke Taman Safari Prigen,” ujar Aisyah saat memberikan keterangan resmi kepada WartaBromo, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama keluarga. Perilaku buaya yang memasuki fase reproduksi dinilai memiliki risiko lebih tinggi, sehingga diperlukan habitat yang lebih luas serta penanganan profesional.

Selain itu, pihak keluarga juga mengoreksi kesalahan penyebutan nama pemilik awal buaya. Aisyah menegaskan bahwa pemilik sebenarnya bukan Ki Ngabei Abu Amir, melainkan almarhum K.Ng.H. Abu Hamirun, SH yang sudah meninggal dunia beberapa tahun silam.

“Kami perlu meluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Buaya itu adalah milik almarhum K.Ng.H. Abu Hamirun, SH,” jelasnya.

Keluarga mengaku keputusan tersebut bukan hal mudah, mengingat buaya tersebut telah dirawat selama kurang lebih 34 tahun dan menjadi bagian dari perjalanan hidup keluarga.

“Keluarga kami merawat buaya itu sudah 34 tahun, dan selama ini kami merawatnya dengan baik,” tambah Aisyah.

Meski berat melepas, keluarga menilai Taman Safari Prigen merupakan tempat paling tepat agar satwa tersebut dapat hidup di lingkungan yang lebih sesuai dengan insting alaminya, terutama saat memasuki masa reproduksi. Proses serah terima juga dipastikan telah mengikuti prosedur dan regulasi yang berlaku guna menjaga keselamatan serta kelestarian satwa. (red)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.