Lele vs Nila, Mana Lebih Cepat Panen dan Lebih Menguntungkan untuk Budidaya?

14

Pasuruan (WartaBromo.com) – Di antara berbagai jenis ikan air tawar, dua komoditas yang paling populer di kalangan peternak adalah lele dan nila. Lele yang dikenal sebagai Clarias sering dijuluki ikan “tahan banting” karena daya adaptasinya yang tinggi.

Sementara itu, nila dengan nama ilmiah Oreochromis niloticus dikenal memiliki pasar luas dan harga jual yang relatif stabil. Namun, jika fokus utama yang Bolo cari adalah kecepatan panen dan potensi keuntungan, mana yang sebenarnya lebih unggul?

Berikut penjelasannya:

Dari Segi Kecepatan Panen

Jika berbicara soal kecepatan panen, lele jelas lebih unggul. Peternak dapat memanen lele dalam waktu 2,5–3 bulan sejak tebar benih. Dengan manajemen pakan dan kualitas air yang baik, dalam satu tahun peternak bahkan bisa menjalankan 3–4 siklus panen.

Artinya, dari sisi perputaran modal, lele menawarkan cash flow yang lebih cepat. Modal yang kembali lebih awal memungkinkan peternak segera memutar usaha kembali atau memperluas kapasitas kolam.

Keunggulan ini membuat lele menjadi pilihan favorit bagi pemula yang ingin:

  • Mengembalikan modal lebih cepat.
  • Mengurangi risiko kerugian jangka panjang.
  • Mempercepat perputaran usaha.

Masa Pemeliharaan Ikan

Berbeda dengan lele, nila membutuhkan waktu hampir dua kali lebih lama untuk mencapai ukuran konsumsi. Rata-rata peternak memanen nila setelah 4–6 bulan, tergantung target ukuran dan kepadatan tebar.

Jika peternak membidik ukuran lebih besar untuk kebutuhan fillet atau restoran, masa pemeliharaan bisa lebih panjang lagi. Hal ini tentu berdampak pada:

  • Biaya pakan yang lebih tinggi.
  • Waktu tunggu panen yang lebih lama.
  • Perputaran modal yang lebih lambat.

Dalam periode 6 bulan, peternak lele berpotensi melakukan dua kali panen, sedangkan peternak nila biasanya baru menyelesaikan satu kali panen.

Maka, bagi pemula yang ingin cepat balik modal, budidaya lele sering menjadi pilihan utama. Namun, bagi peternak yang siap menunggu dan membidik pasar lebih besar, nila tetap menjadi komoditas yang menjanjikan. (Jun)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.