Pasuruan (WartaBromo.com) – Sebagian orang memilih tidak sahur demi kurus saat Ramadan karena ingin menurunkan berat badan lebih cepat. Namun sebelum melihat dari sisi kesehatan, penting memahami dulu bagaimana Islam memandang sahur.
Dalam ajaran Islam, sahur bukanlah syarat sah puasa, melainkan sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Musnad Ahmad bahwa makan sahur mengandung berkah dan umat Muslim sebaiknya tidak meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air.
Allah SWT juga berfirman dalam Al-Baqarah ayat 187 yang menjelaskan waktu makan dan minum hingga terbit fajar sebelum menyempurnakan puasa sampai malam. Ayat ini menunjukkan bahwa sahur menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah puasa, meski bukan kewajiban.
Karena itu, sengaja tidak sahur demi kurus memang membuat puasa tetap sah, tetapi sangat disayangkan jika meninggalkan keberkahannya.
Sementara itu, dari sisi medis, sahur berfungsi sebagai sumber energi utama sebelum tubuh berpuasa sekitar 14 jam. Dokter spesialis penyakit dalam menjelaskan bahwa tanpa sahur, tubuh akan berpuasa lebih lama sejak makan terakhir pada malam hari.
Kondisi ini bisa memicu gangguan lambung karena kosong terlalu lama. Selain itu, tidak sahur demi kurus meningkatkan risiko dehidrasi, penurunan gula darah, tubuh lemas, hingga sulit berkonsentrasi. Alih-alih membantu diet, kebiasaan ini justru dapat mengganggu metabolisme.
Jika ingin menurunkan berat badan saat Ramadan, sebaiknya tetap sahur dengan menu bergizi seimbang agar ibadah lancar dan kesehatan tetap terjaga. (Jun)




















