Longsor di Penanjakan Bromo, 7 Motor Tertimbun

17

Tosari (WartaBromo.com) – Bencana tanah longsor terjadi di kawasan Bukit Kedaluh, jalur wisata Penanjakan, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Rabu (25/2/2026) dini hari. Akibat kejadian tersebut, tujuh unit sepeda motor milik wisatawan tertimbun material longsor.

Longsor terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, setelah wilayah Tosari diguyur hujan disertai angin kencang sejak Selasa (24/2/2026) pukul 08.00 WIB hingga Rabu pukul 04.00 WIB.

Selain di Bukit Kedaluh, longsor juga terjadi di Bukit Dingklik yang masih berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Namun, pada titik tersebut tidak menimbulkan kerugian material.

Di Bukit Kedaluh, tebing sepanjang kurang lebih 20 meter dengan tinggi sekitar 10 meter ambrol dan menutup akses jalan. Sementara di Bukit Dingklik, longsoran memiliki panjang sekitar 10 meter dan tinggi 5 meter.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariadi, menjelaskan bahwa intensitas hujan tinggi menjadi pemicu utama terjadinya longsor.

“Sejak selasa pagi wilayah Tosari diguyur hujan cukup deras disertai angin kencang. Kondisi tanah yang labil di kawasan perbukitan akhirnya tidak mampu menahan beban air, sehingga terjadi longsor di Bukit Kedaluh dan Dingklik,” ujar Sugeng saat dikonfirmasi wartabromo.com.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, tujuh kendaraan roda dua tertimbun material tanah dan batu.

“Korban jiwa nihil. Untuk kerugian material, ada tujuh unit sepeda motor yang tertimbun longsor di Bukit Kedaluh. Saat ini proses pendataan dan evakuasi masih dilakukan,” jelasnya.

Longsoran sempat menghambat jalur wisata dari Wonokitri menuju Penanjakan karena material menutup badan jalan. Warga bersama aparat kecamatan, perangkat desa, dan petugas TNBTS langsung melakukan pembersihan material secara manual.

Sugeng menambahkan, pihaknya akan segera menerjunkan tim untuk penanganan lebih lanjut.

“Kami dari BPBD Kabupaten Pasuruan akan menerjunkan tim ke lokasi untuk assessment dan membantu proses evakuasi. Koordinasi juga sudah dilakukan dengan Polsek dan Koramil Tosari untuk memastikan situasi aman dan jalur bisa segera dilalui kembali,” tegasnya.

BPBD juga merekomendasikan pemantauan intensif terhadap tebing-tebing rawan longsor di sekitar lokasi serta pemasangan rambu peringatan bagi wisatawan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.

Masyarakat dan wisatawan yang hendak menuju kawasan Bromo diimbau untuk tetap waspada, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan perbukitan. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.