Begal Sadis di Jalan Grati – Winongan, Korban: Kepala Saya Dibacok, Jahitan 10 Sentimeter

13

Pasuruan (WartaBromo.com) – Aksi begal sadis terjadi jalan raya Grati – Winongan tepatnya di Desa Bandaran, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, tepatnya di area makam yang berada di utara jembatan, Rabu (24/2/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

Korban diketahui bernama Muhammad Dahlan (52), warga Dusun Gerongan, Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Malam itu, ia tengah dalam perjalanan pulang kerja menuju Desa Cukurguling, Kecamatan Lumbang, tempat istrinya tinggal.

Dahlan menceritakan, saat itu ia mengendarai sepeda motor dengan pelan. Ia mengaku tidak pernah memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Namun tiba-tiba, dari arah belakang muncul sepeda motor yang langsung mepet ke arahnya.

“Saya nggak pernah banter naik sepeda. Tiba-tiba dari belakang ada motor mepet ke saya,” ungkapnya.

Motor pelaku kemudian bersenggolan dengan kendaraan korban. Salah satu pelaku langsung mematikan kontak motor Dahlan. Kontak tersebut sempat terjatuh, dan korban ikut tersungkur bersama motornya.

Belum sempat berdiri, Dahlan langsung diserang.

“Saya jatuh, belum sempat berdiri langsung dibacok,” katanya.

Saat pelaku berusaha mencari kontak motor yang terjatuh, korban memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri ke arah kebun tebu di sekitar lokasi kejadian. Ia menyebut pelaku berjumlah dua orang dan seluruhnya mengenakan masker.

Keduanya mengendarai sepeda motor Honda Vario warna hitam dengan pelek merah. Salah satu pelaku yang mengeksekusi korban disebut mengenakan jaket.

Menurut Dahlan, pelaku awalnya datang dari arah utara atau wilayah Kedawung. Namun ia menduga keduanya sempat berputar arah.

“Kelihatannya dari selatan, mungkin lihat sepi terus putar balik, lalu sama-sama dari utara,” ujarnya.

Akibat serangan tersebut, Dahlan mengalami luka bacok di bagian kepala. Luka itu cukup panjang dan harus mendapatkan jahitan sekitar 10 sentimeter.

“Kepala saya kena, pakai celurit. Panjang lukanya sekitar 10 sentimeter,” tuturnya.

Meski menjadi korban pembegalan, Dahlan mengaku belum membuat laporan resmi ke pihak kepolisian. Namun, pada malam setelah kejadian, seorang anggota intelijen dari wilayah Rejoso mendatangi rumahnya untuk meminta keterangan. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.