Bonus Dipangkas, Atlet Porprov Kota Pasuruan Kecewa hingga Injak Piagam Penghargaan

70

Pasuruan (WartaBromo.com) – Kegembiraan atlet Kota Pasuruan yang sukses meraih medali di ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur IX 2025 atau Porprov IX Jatim 2025 berubah menjadi kekecewaan. Penyebabnya, besaran bonus yang akan diterima tahun ini turun drastis dibanding porprov sebelumnya.

Kekecewaan itu bahkan terekam dalam sebuah video yang beredar luas. Dalam rekaman tersebut, sejumlah atlet tampak memegang piagam penghargaan dengan nominal bervariasi, mulai Rp1,5 juta hingga Rp10 juta. Beberapa di antaranya terlihat berjoget sambil menaruh penghargaan di bawah, bahkan ada yang menginjaknya sebagai bentuk ekspresi protes.

Sekretaris IBC MMA Kota Pasuruan, Frenky Sutejo, menyampaikan rasa kecewanya atas kondisi tersebut. Ia menilai, bonus yang diberikan sangat jauh dari harapan para atlet.

“Cabor kami kemarin mendapat 1 emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Padahal selama ini kami termasuk pendulang medali terbanyak selama empat kali porprov dan menjadi salah satu cabor terbaik di Kota Pasuruan,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Frenky mengaku tidak berada di lokasi saat aksi itu terjadi. Ia juga terkejut melihat reaksi para atlet yang dinilainya cukup ekstrem.

“Saya tidak berada di lokasi, saya tidak ikut. Saya juga kaget anak-anak bisa se-ekstrem itu,” katanya.

Menurutnya, bonus merupakan hal yang sangat dinantikan atlet setelah berjuang keras di porprov. Harapan mereka, nominal bonus tetap seperti Porprov VIII Jatim 2023.

Saat itu, peraih emas mendapat Rp30 juta, perak Rp20 juta, dan perunggu Rp10 juta. Sementara tahun ini, berdasarkan kebijakan yang disampaikan pemerintah, nominalnya turun menjadi Rp10 juta untuk emas, Rp7,5 juta untuk perak, dan Rp5 juta untuk perunggu.

“Semua juga tergantung pemerintah dan kepala daerah. Kami memahami adanya efisiensi anggaran. Beberapa daerah juga sama, tapi tidak separah Kota Pasuruan,” ungkap Frenky.

Ia menegaskan, selama ini pihaknya tidak pernah membebani atlet dengan biaya tambahan. Mayoritas atlet berasal dari kalangan menengah ke bawah, dan kebutuhan latihan hingga kejuaraan banyak ditanggung internal cabang olahraga.

“Kami cabor yang tidak pernah membebani atlet. Rata-rata atlet kami menengah ke bawah. Semua kami biayai. Anggaran dari KONI tidak cukup. Makanya anak-anak dan pelatih kecewa terhadap pemerintah,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Pemuda dan Olahraga pada Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Pasuruan, Murtadho, menyampaikan bahwa pada Porprov IX Jatim 2025, kontingen Kota Pasuruan berhasil meraih total 36 medali.

Rinciannya, 6 emas, 7 perak, dan 23 perunggu. Untuk besaran bonus yang diberikan yakni Rp10 juta untuk emas, Rp7,5 juta untuk perak, dan Rp5 juta untuk perunggu.

“Total ada 36, semuanya masih proses. Kemarin kan ada yang belum tanda tangan SPJ, ini mau dilengkapi dulu,” katanya. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.