Pasuruan (WartaBromo.com) – Aksi menginjak piagam penghargaan dari Wali Kota Pasuruan yang dilakukan sejumlah atlet peraih medali Porprov menuai sorotan. Momen itu terekam dalam video yang viral di media sosial, memperlihatkan atlet berjoget sambil menaruh bahkan menginjak papan penghargaan sebagai bentuk kekecewaan atas bonus yang dipangkas.
Peristiwa ini berkaitan dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur IX 2025 atau Porprov IX Jatim 2025. Atlet Kota Pasuruan sebelumnya sukses menyumbang total 36 medali, terdiri dari 6 emas, 7 perak, dan 23 perunggu. Namun, kebahagiaan itu berubah setelah nominal bonus yang diterima turun drastis dibanding porprov sebelumnya.
Salah satu suara paling lantang datang dari Robiatul Adawiyah, atlet wushu sanda peraih emas. Ia menegaskan, kekecewaan yang dirasakan para atlet bukan hal sepele.
“Iya, kami kecewa. Dan kekecewaan ini bukan kecil. Karena yang kami terima hari ini sangat jauh dari yang dijanjikan kepada kami sebelum bertanding. Janji itu disampaikan untuk memotivasi kami, untuk meyakinkan bahwa perjuangan kami dihargai. Tapi realitanya justru sebaliknya,” ujarnya kepada wartabromo.com, Kamis (26/2/2026).
Robiatul menekankan bahwa para atlet berjuang bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan membawa nama daerah.
“Kami bertanding membawa nama Kota Pasuruan, bukan nama pribadi. Kami latihan bertahun-tahun, mengorbankan waktu, tenaga, bahkan biaya sendiri. Ketika prestasi sudah kami berikan, justru komitmen yang berubah. Ini bukan sekadar soal nominal reward, ini soal keseriusan pemerintah dalam menghargai atletnya,” tegasnya.
Ia juga mempertanyakan konsistensi komitmen pemerintah terhadap atlet.
“Kalau janji yang sudah disampaikan secara terbuka saja bisa tidak ditepati, bagaimana kami bisa yakin bahwa atlet benar-benar menjadi prioritas pembangunan daerah? Jangan sampai kami hanya dibutuhkan saat membawa medali, tapi dilupakan saat giliran hak kami dipenuhi,” lanjutnya.
Bagi Robiatul, persoalan ini bukan sekadar angka. “Kami tidak meminta lebih. Kami hanya menuntut apa yang sudah dijanjikan. Karena bagi kami, penghargaan itu bukan belas kasihan, tapi hak atas prestasi yang sudah kami persembahkan untuk Kota Pasuruan,” tandasnya.
Sebelumnya, pada Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur VIII 2023, atlet peraih emas mendapat Rp30 juta, perak Rp20 juta, dan perunggu Rp10 juta. Namun di Porprov IX Jatim 2025, nominalnya turun menjadi Rp10 juta untuk emas, Rp7,5 juta untuk perak, dan Rp5 juta untuk perunggu.
Sekretaris IBC MMA Kota Pasuruan, Frenky Sutejo, mengaku terkejut dengan aksi ekstrem para atlet, meski ia memahami kekecewaan yang mereka rasakan.
“Cabor kami kemarin mendapat 1 emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Padahal selama ini kami termasuk pendulang medali terbanyak selama empat kali porprov dan menjadi salah satu cabor terbaik di Kota Pasuruan,” ujarnya.
Ia menambahkan, mayoritas atlet berasal dari kalangan menengah ke bawah dan selama ini pembinaan banyak dilakukan secara mandiri karena keterbatasan anggaran. (don)





















