Surabaya (WartaBromo.com) – Ketersediaan Minyakita di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan dilaporkan menipis dalam beberapa hari terakhir.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta distribusi segera dimaksimalkan untuk mencegah lonjakan harga minyak goreng menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Khofifah mengaku menemukan kekosongan stok Minyakita saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah pasar tradisional di Pasuruan dan Probolinggo. Dari hasil peninjauan tersebut, sebagian besar lapak pedagang tidak memiliki pasokan minyak goreng kemasan sederhana tersebut.
“Minyakita di pasar yang saya tinjau sekitar 80 persen kosong. Karena itu, maksimalisasi suplai hari ini menjadi sangat penting,” ujar Khofifah usai menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Kamis (26/2/2026).
Menurut dia, kekosongan Minyakita berpotensi mendorong masyarakat beralih ke minyak goreng kemasan premium dengan harga lebih tinggi. Jika kondisi ini berlangsung lama, rata-rata harga minyak goreng di tingkat konsumen dapat meningkat dan memberi tekanan terhadap inflasi daerah.
Khofifah menyebut kondisi serupa juga ditemukan di sejumlah titik di Surabaya dan Sidoarjo. Namun, sorotan utama tertuju pada Probolinggo dan Pasuruan karena keduanya menjadi wilayah dengan temuan kekosongan paling merata di pasar tradisional.
“Kita harus melihat apa kendalanya sehingga suplai bisa seret. Ini perlu koordinasi bersama,” katanya.
Ia meminta seluruh kepala daerah di Jawa Timur bersama Satgas Pangan melakukan pemantauan rutin terhadap stok dan harga bahan pokok di pasar tradisional. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan distribusi berjalan lancar serta mencegah spekulasi harga.
Khofifah juga mengapresiasi tindakan Satgas Pangan yang memberikan sanksi kepada pedagang yang menjual Minyakita di atas standar harga maksimum internal pasar. Sanksi tersebut berupa penghentian pasokan sementara selama satu bulan.
“Ini untuk memberi kepastian bahwa tidak boleh ada kenaikan harga secara semena-mena,” ujarnya.
Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri, pemerintah provinsi menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.
Khofifah berharap distribusi Minyakita ke Probolinggo dan Pasuruan dapat segera normal sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi terkendali. (saw)





















