Pasuruan (WartaBromo.com) – Aksi protes atlet Kota Pasuruan yang menginjak piagam penghargaan usai pencairan bonus Porprov IX Jatim 2025 berbuntut respons dari Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo. Orang nomor satu di Kota Pasuruan itu memastikan akan merumuskan kembali kebijakan bonus dan berencana memenuhi nominal seperti Porprov sebelumnya melalui perubahan anggaran.
Sebelumnya, kekecewaan mencuat setelah bonus yang diterima atlet turun drastis dibanding Porprov VIII Jatim 2023. Dalam video yang beredar, sejumlah atlet tampak menaruh bahkan menginjak piagam penghargaan sebagai bentuk protes.
Pada Porprov VIII Jatim 2023, peraih emas menerima Rp30 juta, perak Rp20 juta, dan perunggu Rp10 juta. Sementara di Porprov IX Jatim 2025, bonus yang diberikan menjadi Rp10 juta untuk emas, Rp7,5 juta untuk perak, dan Rp5 juta untuk perunggu.
Menanggapi polemik tersebut, Adi Wibowo angkat bicara. Ia menjelaskan, pengurangan bonus bukan keputusan yang diambil secara tiba-tiba, melainkan bagian dari penyesuaian anggaran daerah yang terdampak pemangkasan.
“Itu sebenarnya begini, secara teknokratifnya, kita tahu semua TKD kita dikurangi cukup banyak. Prosesnya tidak tiba-tiba, itu sudah dibahas juga (Timdar) Tim Anggaran Daerah. Kita akan merumuskan kembali, karena bagaimanapun itu sebenarnya sesuai dengan visi misi di konteks kepemudaan dan keolahragaan. Nanti di tahun ini konstruksinya di perubahan kita akan bisa coba untuk bisa penuhi apa yang sesuai dengan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Adi saat melakukan kunjungan ke tempat proses pembangunan sekolah rakyat Kota Pasuruan, Jumat (27/2/2026).
Ia menegaskan, sisa kekurangan bonus akan direncanakan dalam perubahan APBD. Pemerintah, kata dia, telah melakukan perhitungan bersama Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga serta KONI.
“Sisanya akan kita rencanakan di perubahan, kita akan penuhi di perubahan. Kita sudah menghitung itu tadi dengan Kadispora dan KONI. Memang di Porprov 2025 cabor kita tambah banyak. Alokasi anggarannya dengan bonus tahun sebelumnya juga lebih banyak. Di saat yang sama anggaran kita justru dikurangi,” jelasnya.
Adi juga mengakui, kondisi fiskal daerah membuat sejumlah program harus ditunda.
“Kalau kita lihat, semuanya dikurangi. Bahkan ada beberapa program kita hold, kita tunda dan sebagainya. Tapi ini menjadi kebutuhan. Tentu kita juga menyerap aspirasi dari beberapa pihak, memungkinkan di perubahan akan kita penuhi. Proses konstruksi penganggarannya sudah jalan, tidak mungkin kita tiba-tiba menambah di tengah jalan. Rencananya sama dengan Porprov sebelumnya,” tegasnya.
Sebagai informasi, pada Porprov IX Jatim 2025, kontingen Kota Pasuruan berhasil mengoleksi 36 medali, terdiri dari 6 emas, 7 perak, dan 23 perunggu. (don)




















