Pasuruan (WartaBromo.com) – Puasa Ramadan tidak hanya menjadi kewajiban bagi umat Muslim, tetapi juga menyimpan berbagai keutamaan di setiap harinya. Salah satu hari yang memiliki keistimewaan besar adalah puasa pada hari ke-17 Ramadan.
Menurut laman Universitas Al-Azhar Indonesia, keutamaan puasa setiap hari selama bulan Ramadan dijelaskan dalam kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah karya Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi.
Dalam kitab tersebut, dijelaskan bahwa umat Muslim yang menjalankan puasa pada hari ke-17 Ramadan akan memperoleh keutamaan luar biasa dari Allah SWT.
Dalam kitab tersebut, Allah SWT memberikan janji yang sangat agung bagi hamba-Nya yang berpuasa di hari ke-17 Ramadan. Disebutkan:
“Sungguh Aku telah mengampuni mereka dan bapak-bapak mereka, Aku akan lindungi mereka dari azab hari kiamat.”
Janji ini menunjukkan bahwa Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa orang yang bersungguh-sungguh menjalankan puasa pada hari ke-17 Ramadan. Tidak hanya itu, Allah juga memberikan ampunan kepada para leluhur mereka.
Keutamaan ini menggambarkan betapa luasnya rahmat Allah SWT. Ampunan yang diberikan tidak hanya untuk individu yang beribadah, tetapi juga mengalir kepada orang tua dan leluhurnya. Hal ini menjadi bukti bahwa ibadah yang dilakukan dengan ikhlas dapat membawa keberkahan bagi keluarga.
Selain ampunan dosa, Allah SWT juga menjanjikan perlindungan dari azab pada hari kiamat. Janji perlindungan ini tentu menjadi anugerah yang sangat besar bagi setiap Muslim. Oleh karena itu, umat Islam sebaiknya tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga di hari ke-17 Ramadan.
Hari ke-17 Ramadan juga memiliki makna sejarah yang sangat penting dalam Islam. Pada tanggal ini, umat Muslim memperingati peristiwa Nuzulul Quran, yaitu turunnya Al-Quran untuk pertama kalinya kepada Nabi Muhammad SAW.
Peristiwa tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan dakwah Islam, karena Al-Quran merupakan pedoman hidup bagi seluruh umat manusia. Oleh sebab itu, hari ke-17 Ramadan memiliki kedudukan yang istimewa dibandingkan hari-hari lainnya di bulan suci. (jun)




















