Kraksaan (WartaBromo.com) — Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Cabang Kraksaan akan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) pada (26/4/2026) di Pondok Pesantren Islamiyah Syafi’iyah, Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.
Forum tertinggi organisasi pelajar NU di tingkat cabang ini diproyeksikan menjadi momentum penting untuk menentukan kepemimpinan baru sekaligus merumuskan arah gerakan pelajar NU ke depan.
Konfercab IPNU ke-XXIV dan IPPNU ke-XXIII tersebut mengusung tema “Purposeful Devotion: Empowering NU Students.” Tema ini menegaskan pentingnya pengabdian yang terarah dalam proses kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama.
Kegiatan yang digelar oleh Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kraksaan dan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kraksaan ini, akan diikuti delegasi dari berbagai tingkatan kepengurusan, mulai dari Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Komisariat, hingga Pimpinan Ranting IPNU dan IPPNU se-Cabang Kraksaan.
Sebagai forum permusyawaratan tertinggi organisasi di tingkat cabang, Konfercab menjadi agenda penting yang tidak hanya membahas laporan pertanggungjawaban pengurus, tetapi juga merumuskan rekomendasi strategis organisasi serta memilih kepemimpinan baru untuk masa khidmat selanjutnya.
Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kraksaan, Wahyu Alfandi Putra menegaskan, bahwa Konfercab merupakan momentum penting untuk memperkuat arah gerakan pelajar Nahdlatul Ulama agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
“Konfercab bukan sekadar agenda suksesi kepemimpinan. Forum ini menjadi ruang merumuskan gagasan besar agar IPNU dan IPPNU mampu melahirkan generasi pelajar yang terpelajar, berintegritas, dan siap menjadi kader masa depan Nahdlatul Ulama serta bangsa Indonesia,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kraksaan, Komariah Banowati, menilai IPPNU memiliki peran strategis dalam membentuk karakter pelajar putri Nahdlatul Ulama.
Menurutnya, IPPNU tidak hanya menjadi organisasi struktural, tetapi juga ruang pembelajaran kepemimpinan bagi generasi muda perempuan.
“IPPNU adalah ruang proses bagi pelajar putri untuk belajar, bertumbuh, dan mengambil peran strategis dalam membangun masa depan Nahdlatul Ulama,” kata Banowati.
Melalui Konfercab tersebut, IPNU dan IPPNU Kraksaan juga berharap dapat melahirkan berbagai rekomendasi strategis yang berkaitan dengan penguatan kaderisasi, peningkatan literasi pelajar, serta pengembangan kapasitas generasi muda di tengah tantangan era digital.
Forum ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya kepemimpinan baru yang mampu memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus melanjutkan peran IPNU dan IPPNU sebagai wadah pembinaan kader pelajar Nahdlatul Ulama yang progresif, inklusif, dan berdaya saing. (saw)




















