Pasuruan (WartaBromo.com) – Sebagian orang mungkin bertanya, jika waktu subuh adalah batas akhir sahur, mengapa dalam jadwal Ramadan selalu terdapat waktu imsak?
Jawabannya berkaitan dengan prinsip kehati-hatian dalam beribadah. Waktu imsak dibuat sebagai pengingat agar umat Islam memiliki waktu untuk menyelesaikan sahur sebelum azan subuh tiba.
Pada masa Rasulullah SAW, tidak ada istilah imsak sebagaimana yang dikenal sekarang. Dalam hadis disebutkan bahwa terdapat jeda waktu antara sahur Nabi dan azan subuh.
Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa jarak antara sahur Rasulullah SAW dan azan subuh kira-kira seukuran membaca lima puluh ayat Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan bahwa Nabi tidak menunda sahur hingga detik terakhir, tetapi tetap memberikan jarak sebelum masuknya waktu subuh.
Tradisi menetapkan waktu imsak dalam jadwal puasa di Indonesia bertujuan membantu umat Islam mengikuti sunnah tersebut. Dengan adanya waktu imsak, umat Islam diingatkan untuk segera menyelesaikan makan sahur agar tidak melewati waktu subuh.
Dalam konteks ini, ketentuan imsak dan subuh tetap menegaskan bahwa imsak hanyalah pengingat, bukan penentu dimulainya puasa. (jun)




















