83 Ribu Jamaah Umrah Indonesia Terdampak Konflik Timur Tengah, DPR Minta Pemerintah Siapkan Asuransi Perlindungan

5

Probolinggo (WartaBromo.com) — Konflik geopolitik di Timur Tengah berdampak pada perjalanan ibadah umrah jamaah Indonesia. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, menyebut sekitar 83 ribu jamaah umrah Indonesia sempat tertahan akibat gangguan penerbangan yang dipicu ketegangan di kawasan tersebut.

Menurutnya, eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memicu gangguan transportasi udara menuju kawasan Timur Tengah.

Dampaknya, sejumlah jadwal keberangkatan maupun kepulangan jamaah umrah Indonesia mengalami penundaan.

“Situasi geopolitik ini menyebabkan penerbangan terganggu sehingga ada puluhan ribu jamaah yang sempat tertahan,” katanya saat menghadiri sarasehan dan buka puasa bersama dengan Persatuan Wartawan Indonesia Probolinggo Raya pada Senin (9/3/2026).

Ia menilai kejadian tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah dalam memperkuat sistem perlindungan bagi jamaah Indonesia yang menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Karena itu, Ning Dini, sapaannya, mendorong pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia untuk memastikan adanya jaminan perlindungan, termasuk asuransi perjalanan bagi jamaah umrah.

Menurutnya, skema asuransi sangat penting agar jamaah mendapatkan perlindungan apabila terjadi gangguan perjalanan akibat faktor keamanan maupun kondisi geopolitik internasional.

“Asuransi bagi jamaah sangat penting agar mereka mendapatkan perlindungan selama perjalanan ibadah,” ujarnya.

Ning Dini juga menekankan bahwa aspek keamanan harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji maupun umrah.

Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Probolinggo itu, berharap pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor agar sistem pelayanan dan perlindungan jamaah Indonesia semakin optimal.

“Kami berharap kementerian terkait menjalin komunikasi dengan berbagai sektor agar keamanan jamaah dapat terjamin,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengapresiasi peran media dalam menyampaikan berbagai isu yang terjadi di masyarakat, termasuk persoalan layanan ibadah haji dan umrah.

Ia menilai informasi yang disampaikan wartawan melalui pemberitaan kerap menjadi sumber penting bagi wakil rakyat untuk memahami kondisi di lapangan.

“Kalau informasi dari teman-teman wartawan lewat pemberitaan, bagi saya itu lebih terpercaya,” ungkap putri sulung Hasan Amiruddin..

Melalui forum sarasehan tersebut, diharapkan terbangun sinergi antara wakil rakyat dan insan pers dalam mengawal berbagai kebijakan publik, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan ibadah dan perlindungan jamaah Indonesia di luar negeri. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.