Bolehkah Niat Puasa Ramadan Dibaca Sekali untuk Sebulan? Begini Penjelasan Ulama

7

Pasuruan (WartaBromo.com) – Niat merupakan salah satu rukun yang wajib dilakukan oleh setiap Muslim yang hendak menjalankan puasa. Tanpa niat, ibadah puasa tidak dianggap sah. Dalam praktiknya, tata cara niat puasa memiliki sedikit perbedaan antara puasa wajib dan puasa sunnah.

Pada puasa wajib seperti puasa Ramadan, puasa qadha, dan puasa nazar, seseorang harus membaca niat pada malam hari sebelum terbit fajar. Artinya, niat sudah harus ada di dalam hati sejak malam hari hingga sebelum waktu Subuh tiba.

Berbeda dengan puasa sunnah yang memiliki ketentuan lebih longgar. Seseorang masih diperbolehkan berniat di siang hari, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

Pendapat Mazhab Syafi’i tentang Niat Puasa

Dilansir dari mui.or.id, dalam Mazhab Syafi’i, umat Islam dianjurkan untuk memperbarui niat puasa setiap malam selama bulan Ramadan. Hal ini dijelaskan oleh Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam kitab Hasyiyatul Iqna’.

Ia menjelaskan bahwa puasa wajib, seperti puasa Ramadan, qadha, dan nazar, mensyaratkan niat yang dilakukan pada malam hari. Hal ini merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa orang yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka puasanya tidak sah. Karena itu, niat puasa harus dilakukan setiap malam selama bulan Ramadan.

Pendapat Mazhab Maliki tentang Niat Puasa

Sementara itu, Mazhab Maliki memiliki pandangan yang sedikit berbeda. Menurut pendapat ini, seseorang cukup berniat puasa untuk satu bulan penuh pada malam pertama Ramadan.

Pendapat ini didasarkan pada anggapan bahwa puasa Ramadan merupakan satu kesatuan ibadah. Karena itu, niat di awal bulan sudah dianggap mencakup seluruh hari puasa Ramadan.

Cara Aman Mengamalkan Niat Puasa

Sebagai bentuk kehati-hatian, umat Islam boleh mengikuti pendapat Mazhab Maliki dengan berniat puasa untuk satu bulan penuh di malam pertama Ramadan. Namun, tetap dianjurkan mengikuti kebiasaan Mazhab Syafi’i dengan memperbarui niat setiap malam.

Biasanya, umat Muslim membaca niat puasa setelah salat tarawih atau ketika hendak makan sahur.

Berikut bacaan niat puasa Ramadan untuk satu hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

Sementara itu, berikut bacaan niat puasa untuk satu bulan penuh:

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadan tahun ini, wajib karena Allah Ta’ala.”
Dengan memahami perbedaan pendapat ulama tentang niat puasa Ramadan, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan syariat. (Jun)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.