Belum Genap Setahun Menjabat, Ketua Umum MUI Jawa Timur KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah Mundur

14

Surabaya (WartaBromo.com) — Baru beberapa bulan kembali terpilih memimpin Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur untuk periode 2025–2030, KH Moh Hasan Mutawakkil ‘Alallah memutuskan mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum.

Keputusan itu disampaikan dalam forum konsolidasi organisasi dan buka puasa bersama pengurus MUI se-Jawa Timur, Kamis (12/3/2026).

Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong tersebut menjelaskan, pengunduran dirinya dilatarbelakangi kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan tugas memimpin organisasi ulama tingkat provinsi tersebut.

“Saya mohon maaf kepada seluruh jajaran pengurus. Karena faktor kesehatan, saya tidak dapat melanjutkan amanah sebagai Ketua Umum,” kata Kiai Mutawakkil dalam sambutannya.

Sebelum menyampaikan keputusan itu secara terbuka, Kiai Mutawakkil mengaku telah menggelar rapat dengan jajaran pimpinan MUI Jawa Timur. Dalam pertemuan tersebut, para pengurus menyepakati dan menerima pengunduran dirinya.

Keputusan tersebut terbilang mengejutkan karena Kiai Mutawakkil baru saja kembali dipercaya memimpin MUI Jawa Timur setelah terpilih dalam Musyawarah Daerah XI MUI Jawa Timur pada akhir 2025. Artinya, masa kepemimpinan periode keduanya belum genap satu tahun ketika ia memutuskan mundur.

Menurutnya, rekomendasi dokter menjadi salah satu pertimbangan utama dalam mengambil keputusan tersebut. Ia sebelumnya sempat menjalani perawatan kesehatan di Malaysia dan diminta untuk mengurangi aktivitas serta beban tanggung jawab.

Setelah tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum, Kiai Mutawakkil berencana fokus pada pemulihan kesehatan sekaligus kembali mengabdikan diri di lingkungan pesantren di Probolinggo.

Putra KH. Moh Hasan Saifurridzal itu, berharap tetap dapat melanjutkan khidmat kepada umat meskipun tidak lagi berada di pucuk pimpinan MUI Jawa Timur.

“Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan para kiai, masyayikh, serta seluruh pengurus MUI kabupaten dan kota di Jawa Timur. Saya juga memohon maaf apabila selama menjalankan amanah terdapat kekurangan,” ujarnya.

Pasca pengunduran diri tersebut, pengurus Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur akan melakukan konsultasi internal untuk menentukan figur yang akan melanjutkan kepemimpinan organisasi ulama tersebut.

Dalam kegiatan itu, Kiai Mutawakkil juga didampingi oleh dr. Mohammad Haris, Bupati Probolinggo yang juga merupakan keponakannya. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.