Pisang Mas Kirana Lumajang Disiapkan Tembus Pasar Dunia

11

Lumajang (Wartabromo.com) – Pemerintah Kabupaten Lumajang terus mendorong penguatan komoditas unggulan daerah. Kali ini, pemkab menggandeng dukungan internasional dan kalangan akademisi untuk meningkatkan kualitas serta daya saing Pisang Mas Kirana.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan Food and Agriculture Organization (FAO) dan Universitas Jember dalam program One Country One Priority Product (OCOP). Program ini menjadi strategi penting untuk meningkatkan kualitas, produktivitas, sekaligus memperluas pasar pisang khas Lumajang tersebut.

Selain itu, kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi bagi para petani yang selama ini menjadi tulang punggung produksi pisang di wilayah sentra Lumajang.

Bupati Lumajang Indah Amperawati yang akrab disapa menjelaskan bahwa pengembangan Pisang Mas Kirana masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Salah satunya adalah tingginya jumlah buah yang terafkir karena belum memenuhi standar kualitas pasar.

Ia menyampaikan hal tersebut saat menerima audiensi tim FAO dan Universitas Jember di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, peningkatan kualitas buah dan perawatan tanaman menjadi kunci utama agar komoditas unggulan Lumajang tersebut mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

“Selama ini masih ada buah yang terafkir karena kualitasnya belum memenuhi standar. Karena itu, peningkatan kualitas serta pemeliharaan tanaman harus terus diperkuat,” ujarnya.

Sementara itu, Assistant FAO Representative Ageng Herianto menilai Indonesia memiliki keragaman varietas pisang yang sangat besar. Namun di antara berbagai jenis tersebut, Pisang Mas Kirana dari Lumajang dinilai memiliki reputasi yang sangat baik di tingkat internasional.

Bahkan berdasarkan data FAO, varietas pisang ini dikenal sebagai salah satu pisang dengan cita rasa terbaik di dunia. Oleh karena itu, FAO memberikan dukungan melalui program OCOP untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas komoditas tersebut.

“Program OCOP fokus pada peningkatan kualitas dan produktivitas Pisang Mas Kirana. Selain itu, peningkatan teknik pemeliharaan tanaman oleh petani juga menjadi perhatian utama,” jelasnya.

Tidak hanya pada aspek budidaya, program ini juga menekankan penguatan kapasitas petani. Melalui berbagai bimbingan teknis, petani diharapkan semakin memahami teknik penanaman, perawatan, hingga pengelolaan hasil panen secara lebih optimal.

Di sisi lain, dukungan riset juga datang dari Universitas Jember. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Yuli Witono menyatakan pihaknya siap membantu pengembangan Pisang Mas Kirana melalui inovasi teknologi pertanian.

Menurutnya, pelaksanaan bimbingan teknis bagi kelompok tani akan meningkatkan pemahaman petani terkait teknik budidaya yang tepat. Dengan demikian, produktivitas dan kualitas buah dapat terus ditingkatkan.

Selain itu, Universitas Jember juga mendorong pengembangan laboratorium kultur jaringan sebagai solusi penyediaan bibit unggul.

“Kultur jaringan memungkinkan produksi bibit berkualitas dan seragam. Dengan cara ini, mutu Pisang Mas Kirana bisa tetap terjaga dan kepercayaan pasar juga semakin kuat,” jelasnya.

Lebih jauh lagi, Universitas Jember juga siap bersinergi dengan FAO dan Pemkab Lumajang untuk mengembangkan produk turunan dari Pisang Mas Kirana. Langkah ini menjadi bagian dari upaya hilirisasi komoditas hortikultura agar tidak hanya dijual sebagai buah segar, tetapi juga menghasilkan berbagai produk olahan bernilai tambah.

Dengan penguatan di sektor budidaya, teknologi bibit, hingga pengolahan produk, Lumajang optimistis Pisang Mas Kirana mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.

Indah pun menyambut positif sinergi antara FAO, Universitas Jember, dan Pemerintah Kabupaten Lumajang. Ia menilai kolaborasi lintas lembaga ini menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan pengembangan komoditas unggulan daerah.

“Terima kasih atas dukungan FAO dan UNEJ. Semoga pengembangan ini tidak hanya menjaga kualitas Pisang Mas Kirana, tetapi juga meningkatkan pemahaman petani terhadap teknologi kultur jaringan,” ujarnya. (rud/jun)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.