Bukan Sekadar Sunyi, Ini Makna Hari Raya Nyepi yang Sesungguhnya

9

Pasuruan (WartaBromo.com) – Hari Raya Nyepi menjadi momen sakral bagi umat Hindu yang diperingati sebagai pergantian Tahun Baru Saka. Perayaan ini tidak hanya bermakna spiritual, tetapi juga berdampak luas pada aktivitas masyarakat karena ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia.

Nyepi identik dengan suasana hening. Selama 24 jam, umat Hindu menjalankan sejumlah pantangan yang dikenal sebagai Catur Brata Penyepian, yakni tidak menyalakan api, tidak bepergian, tidak bekerja, dan tidak menikmati hiburan.

Tradisi ini menegaskan pentingnya perenungan dan pengendalian diri. Secara etimologi, kata “Nyepi” berasal dari kata “sepi” yang berarti sunyi atau lengang.

Makna ini mencerminkan esensi utama perayaan, yaitu menciptakan ruang refleksi untuk menyucikan diri dan memulai kehidupan baru yang lebih harmonis.

Hari Raya Nyepi berkaitan erat dengan penggunaan kalender Saka yang mulai digunakan sejak tahun 78 Masehi di India.

Kalender ini muncul setelah masa konflik antar kelompok di wilayah tersebut, lalu dijadikan simbol awal perhitungan tahun baru yang menandai pembaruan, persatuan, dan kehidupan yang lebih selaras.

Seiring perkembangan zaman, pengaruh budaya Hindu menyebar hingga ke Nusantara. Tradisi peringatan Tahun Baru Saka pun turut diadopsi dan berkembang di Indonesia.

Hingga kini, Nyepi dirayakan dengan menjaga keheningan selama 24 jam sebagai bentuk refleksi diri. (jun)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.