Pasuruan (WartaBromo.com) – Momentum Ramadan hingga Idulfitri 1447 H yang biasanya menjadi ladang rezeki bagi pedagang kembang api, tahun ini terasa berbeda. Sejumlah pedagang di wilayah Pasuruan mengeluhkan penurunan omzet yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Cuaca ekstrem yang ditandai dengan intensitas hujan tinggi sejak awal Ramadan hingga hari raya diduga menjadi penyebab utama menurunnya minat masyarakat untuk membeli dan menyalakan petasan maupun kembang api.
Senja Puspita, salah satu penjual kembang api di kawasan Pasar Warungdowo, mengungkapkan bahwa penurunan daya beli sangat terasa. Jika pada tahun-tahun sebelumnya lapaknya ramai diserbu pembeli menjelang malam takbiran, kini kondisinya jauh lebih sepi.
“Mungkin karena cuaca ekstrem, sering hujan, jadi masyarakat minim yang beli mercon,” ujarnya saat ditemui di lapaknya.
Hal senada disampaikan Syaifudin, pedagang lainnya di lokasi yang sama. Ia menyebut, tingginya curah hujan membuat masyarakat enggan beraktivitas di luar rumah, termasuk untuk menyalakan kembang api. Akibatnya, stok dagangan masih menumpuk hingga Hari Raya Idulfitri.
Meski permintaan menurun, para pedagang tidak melakukan penyesuaian harga secara signifikan. Harga kembang api terpantau tetap stabil sejak awal Ramadan hingga Lebaran.
Para pedagang pun berharap cuaca segera membaik selama sisa libur Lebaran, agar penjualan kembali bergerak dan stok yang tersisa dapat terjual. (fir/red)





















