Pasuruan (WartaBromo.com) – Sebanyak enam perahu dilaporkan hanyut terseret arus deras di muara Sungai Gembong, Pelabuhan Pasuruan, Rabu (25/3/2026) dini hari. Dari jumlah tersebut, lima perahu berhasil ditemukan, sementara satu kapal wisata hingga kini masih dalam pencarian.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, saat debit air sungai meningkat drastis akibat hujan deras di wilayah hulu. Arus yang kuat menyebabkan tali tambatan sejumlah perahu putus hingga akhirnya hanyut terbawa arus menuju muara.
Empat perahu nelayan yang hanyut diketahui bernama KMN Jaya Utama, KMN Semut Merah, KMN Marmoyo, dan KMN Cahaya. Selain itu, dua kapal wisata bernama Farhana juga ikut terseret arus. Satu di antaranya telah ditemukan, sementara satu lainnya belum berhasil ditemukan.
Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota, AKP Edy Suseno mengatakan, pihaknya langsung bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga dan nelayan setempat.
“Selain arus banjir deras, juga karena ada kapal yang rusak bersandar dan terseret arus. Itu juga menjadi penyebab beberapa kapal tertabrak dan tali putus,” ujarnya.
Petugas bersama nelayan setempat kemudian melakukan upaya evakuasi. Sekitar pukul 03.00 WIB, empat perahu nelayan berhasil diamankan dengan cara diikat di bagan bambu di sekitar muara Sungai Gembong. Langkah ini dilakukan sambil menunggu arus sungai mereda sebelum perahu dikembalikan ke pelabuhan.
Edy juga mengimbau para pemilik kapal untuk lebih waspada, terutama saat kondisi cuaca ekstrem dan debit air meningkat.
“Kami menghimbau agar perahu yang rusak atau bangkai itu dibenahi atau disandarkan dengan benar oleh pemilik,” tambahnya.
Saat ini, situasi di sekitar pelabuhan dilaporkan aman dan terkendali. Aktivitas nelayan pun telah kembali berjalan normal, meski proses pencarian satu kapal wisata yang masih hilang terus dilakukan. (don)




















