Pasuruan (WartaBromo.com) – Memasuki H+4 Lebaran, banjir di Kabupaten Pasuruan masih belum sepenuhnya surut, Rabu (25/3/2026). Sejumlah wilayah dilaporkan masih tergenang, menyusul cuaca ekstrem yang terjadi sejak Selasa (24/3/2026) dengan intensitas hujan tinggi dalam durasi cukup lama.
Berdasarkan data terbaru, banjir kali ini berdampak pada sekitar 6.650 kepala keluarga yang tersebar di 11 kecamatan. Wilayah yang terdampak paling parah berada di Kecamatan Rejoso dan Kecamatan Beji, dengan ketinggian air yang masih cukup tinggi di sejumlah titik.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariadi, mengatakan banjir dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah hulu hingga menyebabkan sejumlah sungai meluap.
“Cuaca yang sangat ekstrem pada Selasa lalu dengan hujan deras akhirnya berdampak banjir di sejumlah wilayah. Saat ini yang paling parah berada di Kecamatan Rejoso dan Beji,” ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Pasuruan terus melakukan upaya penanganan darurat, termasuk pemenuhan kebutuhan logistik bagi warga terdampak. Salah satunya dengan mengaktifkan dapur umum di beberapa titik.
“Saat ini kami mengaktifkan tiga selter dapur umum untuk memasak nasi bungkus bagi warga terdampak. Lokasinya berada di Kecamatan Winongan, Rejoso, dan Bangil,” jelas Sugeng.
Selain itu, BPBD juga mendistribusikan bantuan berupa makanan siap saji serta peralatan kebersihan ke wilayah-wilayah terdampak banjir.
Tak hanya fokus pada penanganan darurat, BPBD juga mulai melakukan asesmen pascabencana untuk mendata kerusakan yang ditimbulkan akibat banjir.
“Beberapa hari ini kami lakukan asesmen untuk mengetahui infrastruktur yang mengalami kerusakan, sehingga nantinya bisa segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
Meski sebagian wilayah mulai menunjukkan tanda-tanda surut, BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dalam beberapa hari ke depan.
Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan pemantauan intensif di sejumlah titik dengan genangan tinggi, serta memastikan distribusi bantuan berjalan lancar bagi warga terdampak. (don)





















