Sukapura (WartaBromo.com) – Pesona Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur, seakan tak pernah pudar. Kini, hadir destinasi baru yang menawarkan pengalaman menikmati panorama alam sekaligus wisata kuliner khas daerah.
Salah satu tempat yang tengah menjadi perhatian adalah Apsara Cafe and Resto, yang berlokasi di sebelah kantor Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kabupaten Probolinggo.
Dari sini, pengunjung dapat menyaksikan hamparan langit biru, kepulan asap dari Kawah Bromo, hingga siluet megah Gunung Batok dalam satu sudut pandang yang memukau.
Tak hanya menyuguhkan pemandangan, tempat ini juga menghadirkan beragam kuliner khas. Menu yang cukup unik di antaranya pizza tipis kering (tipker) dengan topping jamur Bromo, serta nasi goreng tradisional Ngadas khas suku Tengger.
Nasi goreng Ngadas memiliki cita rasa gurih yang kaya rempah, berbeda dari nasi goreng pada umumnya yang cenderung manis karena kecap.
Sekilas tampilannya mirip nasi goreng Magelang dengan warna coklat dominan, namun rasanya lebih kuat di bumbu rempah.
Hidangan ini disajikan lengkap dengan sate ayam, telur ceplok setengah matang, kerupuk, serta sayuran segar. Bagi pecinta pedas, tersedia tambahan irisan cabai sesuai selera.
Salah satu pengunjung, Mayang, mengungkapkan bahwa rasa nasi goreng tersebut mengingatkannya pada masakan rumahan khas nenek, dengan dominasi rasa gurih yang khas.
“Citarasanya otentik, mengingatkan kita pada nasi goreng yang sering dimasak nenek dulu, jadi berasa nostalgia,” kata Mayang, Minggu (29/3/26).
Selain itu, pizza tipker jamur Bromo juga menjadi daya tarik tersendiri. Pizza ini disajikan langsung dari oven setelah dipesan.
Proses pembuatannya dimulai dengan memanggang adonan hingga setengah matang, lalu ditambahkan topping seperti saus, bawang bombay, sosis, tomat, jamur Bromo, serta keju mozzarella.
Teksturnya yang tipis dan renyah memberikan sensasi berbeda dibandingkan pizza pada umumnya yang cenderung tebal.
Pengunjung lainnya, Hedi Nuria Siregar, mengaku terkesan dengan pengalaman baru tersebut, meski berbeda dari pizza yang biasa ia nikmati di kota besar.
“Kalau di Jakarta saya makan pizza itu tebel kulitnya, ini tipis, sempet aneh juga tapi enak ternyata, renyah, gurih,” katanya.
Dari segi harga, menu di Apsara Cafe and Resto tergolong terjangkau, mulai dari kisaran Rp25 ribu. Selain menu andalan, tersedia pula berbagai pilihan lain seperti sop iga, ayam bakar, aneka kopi dan teh, hingga minuman tradisional seperti wedang uwuh.
General Manager Apsara Bromo, Samuel David, menyebutkan bahwa pihaknya berupaya menghadirkan pengalaman lengkap bagi pengunjung, baik dari sisi kuliner maupun suasana.
Tak hanya tempat makan, Apsara Bromo juga menyediakan fasilitas penginapan berupa villa dan kamar yang bisa dipesan wisatawan.
“Dengan konsep ini, pengunjung dapat menikmati keindahan Bromo lebih lama. Sembari merasakan kehangatan kuliner khas Tengger,” jelas Samuel.
Selain itu, Apsara juga bekerjasama dengan ojek kuda setempat. Pengunjung bisa berkeliling sekitar Cemoro Lawang tanpa capek, cukup duduk manis di atas kuda dan menikmati pemandangan sekitar.
Bagi yang ingin merasakan pengalaman berbeda menikmati Bromo, tempat ini bisa menjadi pilihan menarik untuk dikunjungi. (lai/saw)





















