Probolinggo (WartaBromo.com) – Tepat satu tahun menjabat, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari meluncurkan city branding “Probolinggo Kota Bersolek”, Selasa (31/3/2026) malam.
Peluncuran yang berlangsung di Paseban Sena Hotel and Ballroom itu, menjadi bagian dari arah pembangunan jangka panjang kota. Sekaligus upaya memperkuat identitas Probolinggo sebagai gerbang wisata baru di Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Probolinggo juga memaparkan capaian kinerja selama setahun terakhir.
Tercatat, sebanyak 53 penghargaan diraih dari tingkat provinsi hingga kementerian, disertai sejumlah inovasi pelayanan publik dan pembangunan kota.
Wali Kota Aminuddin mengatakan, city branding “Kota Bersolek” disusun melalui pendekatan berbasis data dan pemetaan persoalan daerah.
“Ini bukan sekadar slogan. Kami memetakan persoalan yang ada, kemudian bekerja sama dengan BPS untuk merumuskan solusi yang akan ditempuh,” kata Aminuddin.
Ia menyebutkan, melalui city branding tersebut, Pemkot menargetkan transformasi wajah kota agar memiliki ciri khas yang kuat dan mudah dikenali.
Selama ini, menurut dia, Kota Probolinggo belum memiliki identitas yang benar-benar melekat di benak masyarakat. Karena itu, penataan sejumlah titik strategis menjadi prioritas.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pemindahan titik nol kilometer ke Bundaran Gladak Serang (Gladser). Lokasi sebelumnya di Jalan Soekarno Hatta dinilai kurang representatif.
“Penempatan di Gladser diharapkan menjadi landmark baru yang lebih mudah diingat,” ujarnya.
Selain itu, penataan kawasan Jalan Cokroaminoto juga disiapkan sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Kawasan tersebut akan ditata ulang dengan konsep yang mengintegrasikan ruang publik dan kegiatan ekonomi.
Pemkot juga merancang pengembangan kawasan lain, seperti pembangunan kafe 360 derajat di Alun-alun Kota Probolinggo.
Serta integrasi transportasi wisata berupa kereta kelinci yang menghubungkan sejumlah destinasi di pusat kota, antara lain Klenteng Sumber Naga, Museum Probolinggo, Gereja Merah, dan Alun-alun.
Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan optimal, Pemkot menyiapkan sistem pemantauan berbasis dashboard di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) yang terintegrasi dengan command center.
“Seluruh progres dapat dipantau secara real time. Kami menargetkan tingkat kemandirian fiskal daerah mencapai 40 persen pada 2029,” kata Aminuddin.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari mengatakan, seluruh rencana pembangunan telah disusun secara matang dan berbasis riset.
“Kami berharap dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan media, agar pembangunan dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Melalui implementasi city branding tersebut, Pemkot Probolinggo menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah dapat meningkat hingga 8 persen pada akhir masa jabatan. (adv)





















