Catat! Ini Titik Pengalihan Arus Saat Jembatan Bukwedi Diperbaiki

15

Pasuruan (WartaBromo.com) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mulai melakukan penggantian Jembatan Bukwedi di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Pasuruan, pada Senin (6/4/2026). Dampaknya, jalur Pantura di titik tersebut akan ditutup total selama proses pengerjaan berlangsung.

Penutupan dilakukan karena proyek peninggian jembatan membutuhkan ruang yang cukup luas, termasuk untuk mobilisasi alat berat. Selain itu, langkah ini juga diambil demi menjaga keselamatan pengguna jalan selama proses konstruksi.

Terkait rekayasa lalu lintas, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Pasuruan Kota, Dinas Perhubungan Kota Pasuruan, serta pengelola Tol Gempol–Pasuruan. Sejumlah rambu dan petunjuk pengalihan arus akan dipasang di titik-titik strategis.

Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota AKP Amrullah Setiawan menambahkan, pihaknya telah menyiapkan personel serta sarana prasarana untuk mendukung kelancaran lalu lintas selama proyek berlangsung.

Ia mengimbau masyarakat agar mematuhi rambu-rambu yang telah disiapkan demi menghindari kemacetan dan potensi kecelakaan.

“Kendaraan besar dari arah Surabaya langsung diarahkan ke Jalur Lingkar Selatan (JLS) di Pertigaan Gadingrejo. Sementara kendaraan pribadi dan roda dua bisa masuk ke dalam kota lalu diarahkan ke JLS melalui Jalan Balai Kota,” jelasnya.

“Sementara kendaraan dari arah Probolinggo, semua langsung diarahkan ke JLS di Simpang Tiga Blandongan. Selain lewat JLS, kendaraan roda empat ke atas juga bisa memilih lewat jalan tol,” tambahnya.

Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) III Jawa Timur, Deny Purwa Indarsa, menyampaikan bahwa penutupan jalan akan diiringi dengan pengalihan arus lalu lintas.

“Mulai Senin tanggal 6 April 2026 akan dimulai penggantian Jembatan Bukwedi. Untuk mendukung kegiatan tersebut kami perlu penutupan total di Jalan Ir. H. Juanda dan akan dilakukan pengalihan arus,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Deny menjelaskan, proyek ini merupakan bagian dari upaya mengatasi banjir yang kerap merendam Jembatan Bukwedi saat debit air Sungai Petung meningkat. Selama ini, genangan air di atas 20 sentimeter sudah cukup untuk membuat jalur tersebut ditutup sementara.

Bahkan, sepanjang musim hujan akhir 2025 hingga awal 2026, tercatat sudah sekitar enam kali penutupan jalan akibat banjir di lokasi tersebut. Setelah banjir surut, petugas juga harus membersihkan sisa lumpur yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Dengan peninggian struktur jembatan yang sedang dikerjakan, diharapkan permasalahan banjir tidak lagi mengganggu arus lalu lintas di jalur utama Pantura tersebut. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.