Dinas Ungkap Penyebab Pedagang dan Jagal Sapi di Kota Pasuruan Sempat Mogok

19

Pasuruan (WartaBromo.com) – Pemerintah Kota Pasuruan akhirnya mengungkap penyebab aksi mogok pedagang dan jagal sapi yang sempat terjadi selama dua hari di Rumah Potong Hewan (RPH) Blandongan. Faktor utama yang memicu aksi tersebut adalah melonjaknya harga sapi akibat terbatasnya stok di dalam kota.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan, Mualif Arief, menjelaskan bahwa pihaknya telah menelusuri penyebab kelangkaan sapi yang berdampak langsung pada kenaikan harga di pasaran.

Menurutnya, stok sapi di wilayah Kota Pasuruan saat ini sangat terbatas, hanya berkisar sekitar 150 ekor. Kondisi ini memaksa para pedagang dan jagal mencari pasokan dari luar daerah, termasuk dari wilayah kabupaten.

“Pedagang memang membeli sapi dari luar daerah,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Ia mengungkapkan, kenaikan harga sapi di tingkat pedagang mencapai Rp3 juta hingga Rp4 juta per ekor. Lonjakan ini membuat para jagal kesulitan menyesuaikan harga jual daging di pasar, sehingga memilih untuk menghentikan aktivitas sementara.

Akibatnya, aktivitas penyembelihan di RPH Blandongan sempat terhenti total pada Jumat dan Sabtu lalu. Tidak ada kegiatan pemotongan sapi selama dua hari tersebut sebagai bentuk protes atas kondisi yang dinilai memberatkan pelaku usaha.

Namun, situasi mulai berangsur normal sejak Minggu. Para pedagang dan jagal kembali melakukan penyembelihan, meski harga daging di pasaran tetap mengalami kenaikan.

“Mulai hari Minggu kemarin sudah ada penyembelihan lagi, meskipun memang harga masih tinggi,” tambah Mualif.

Sementara itu, persoalan ini juga mendapat perhatian dari DPRD Kota Pasuruan. Pihaknya akan segera memanggil dinas terkait untuk mencari solusi atas keluhan pedagang.

DPRD menilai, selain kelangkaan stok, persoalan lain seperti dugaan peredaran sapi gelonggongan serta persaingan dengan jagal luar daerah turut memperparah kondisi pasar.

Sebagai tindak lanjut, Pemkot Pasuruan saat ini masih menunggu agenda audiensi bersama DPRD, pedagang, jagal, serta pihak terkait lainnya guna merumuskan langkah konkret.

Pemerintah berharap, melalui koordinasi tersebut, persoalan pasokan dan harga sapi bisa segera ditangani sehingga aktivitas perdagangan kembali stabil dan tidak merugikan pelaku usaha maupun masyarakat.

“Kita masih menunggu jadwal, agar bisa memberikan solusi bagi para pedagang dan jagal,” jelasnya (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.