Jembatan Bendungan Raci Jadi Tempat Sampah Liar, DLH Soroti Minimnya Kesadaran dan Peran Desa

13

Bangil (WartaBromo.com) – Ruas jalan nasional Raci, tepatnya di Jembatan Bendungan II, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, kini berubah menjadi lokasi pembuangan sampah liar.

Berdasarkan pantauan pada Senin (6/4/2026), tumpukan sampah menggunung di sisi kanan dan kiri jembatan. Bahkan, sebagian di antaranya telah jatuh dan mencemari aliran sungai di bawahnya.

Kondisi ini tak hanya merusak estetika jalan nasional, tetapi juga mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Bau busuk yang menyengat serta asap dari pembakaran sampah kerap mengganggu pandangan dan pernapasan pengendara yang melintas.

Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, Mukhlisin, mengungkapkan bahwa persoalan ini dipicu oleh rendahnya kesadaran masyarakat serta kurangnya peran aktif pemerintah desa dalam pengelolaan sampah.

“Sampah itu bukan hanya dibuang oleh warga setempat, tetapi juga oleh pengguna jalan yang melintas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, DLH sebelumnya telah menyediakan fasilitas kontainer sampah di lokasi tersebut. Namun, fasilitas itu terpaksa ditarik karena tidak dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah desa maupun warga.

“Kontainernya kita tarik lagi karena tidak digunakan,” tegasnya.

Mukhlisin menekankan pentingnya kepedulian kepala desa untuk menginisiasi pengelolaan sampah secara mandiri. Salah satunya dengan membentuk Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) yang dapat dibiayai melalui anggaran desa.

DLH, lanjutnya, juga siap memberikan pendampingan teknis bagi desa yang berkomitmen membenahi sistem pengelolaan sampah.

“Kalau pengelolaan dari hulunya, yakni rumah tangga, sudah baik, maka tahap selanjutnya akan lebih mudah. Sebaliknya, jika dari rumah saja tidak ada pengelolaan, ke depannya akan semakin sulit,” imbuhnya.

Rendahnya kesadaran masyarakat menjadi tantangan serius. Mukhlisin mencontohkan kasus di Desa Ngempit, di mana tumpukan sampah liar sempat dibersihkan total oleh DLH. Namun, hanya sehari berselang, sampah kembali menumpuk di lokasi yang sama.

DLH berharap adanya kolaborasi konkret antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemerintah daerah agar persoalan sampah liar, khususnya di titik krusial seperti Jembatan Bendungan II, dapat ditangani secara berkelanjutan. (fir)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.