Pasuruan (WartaBromo.com) – Harga daging sapi di Kota Pasuruan mengalami lonjakan signifikan usai aksi mogok pedagang dan jagal beberapa hari lalu. Kini, harga daging sapi tembus hingga Rp140 ribu per kilogram.
Kondisi tersebut seperti terpantau pada Senin (6/4/2026) di kawasan Jalan Kartini, Kelurahan Bangilan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Sejumlah pedagang mengaku kenaikan harga ini langsung berdampak pada penjualan mereka.
Asiqoh Sufi (42), penjual daging sapi yang sudah belasan tahun berjualan, merasakan betul dampak kenaikan tersebut. Ia menyebut, harga daging sapi kualitas super kini mencapai Rp140 ribu per kilogram, naik Rp5 ribu dari sebelumnya Rp135 ribu.
“Kenaikan ini terasa sekali. Biasanya saya bisa jual lebih dari satu ekor sapi per hari, sekarang hanya sekitar 1,5 kuintal atau setara satu ekor saja,” ujarnya.
Menurut Asiqoh, lonjakan harga ini tak lepas dari aksi mogok pedagang dan jagal sapi yang terjadi selama dua hari sebelumnya. Ia sendiri baru kembali berjualan sejak Minggu kemarin setelah aktivitas pasar mulai normal.
Hal serupa juga dirasakan Yuro (48), pedagang daging sapi di Pasar Gadingrejo, Kota Pasuruan. Ia mengaku volume penjualannya ikut turun drastis akibat harga yang melonjak.
“Sekarang hanya berani jual sekitar 30 kilogram. Padahal biasanya bisa sampai 50 kilogram,” ungkapnya.
Para pedagang menduga, kenaikan harga ini dipicu oleh mahalnya harga sapi dari pemasok di luar daerah. Kondisi tersebut membuat biaya produksi meningkat dan berimbas langsung ke harga jual di tingkat pasar.
“Kalau dari informasi yang didapat, sapinya itu mahal,” tambah Asiqoh.
Baik Asiqoh maupun Yuro berharap kondisi ini tidak berlangsung lama. Mereka ingin harga daging sapi segera kembali stabil agar daya beli masyarakat pulih dan aktivitas jual beli kembali normal. (don)





















