Pasuruan (WartaBromo.com) – Kenaikan harga produk plastik di Kota Pasuruan kian menekan pelaku usaha, terutama sektor UMKM. Dari hasil pengawasan yang dilakukan pemerintah daerah, lonjakan harga tercatat mencapai 30 hingga 70 persen dari harga normal pada berbagai jenis plastik.
Kegiatan pengawasan ini menyasar langsung pelaku usaha industri plastik serta toko-toko plastik yang tersebar di Kota Pasuruan. Tim gabungan dari Disperindag, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bersama Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pasuruan turun ke lapangan untuk memastikan kondisi riil yang dihadapi para pelaku usaha.
Hasil monitoring menunjukkan, kenaikan terjadi hampir di semua jenis produk plastik yang banyak digunakan masyarakat. Mulai dari plastik kemasan untuk kebutuhan makanan dan minuman, kantong plastik yang umum dipakai di toko dan pasar, hingga plastik wrapping yang biasanya digunakan untuk pengemasan barang.
Tak hanya produk jadi, bahan baku industri juga ikut melonjak tajam. Harga biji plastik yang dipasok dari Surabaya dan Jakarta bahkan naik hingga 100 persen, dari sekitar Rp20 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.
Kondisi ini membuat pelaku usaha harus memutar otak. Biaya produksi meningkat, sementara daya beli pasar belum tentu mampu mengikuti kenaikan harga.
Kabid Perdagangan Disperindag Kota Pasuruan, Mulyono, mengatakan kenaikan harga plastik dipicu oleh ketergantungan bahan baku impor serta kondisi pasar global yang tidak stabil.
“Kenaikan ini dipicu bahan baku yang masih bergantung pada impor, sehingga sangat dipengaruhi kondisi pasar global. Selain itu, ketersediaan barang di tingkat distributor juga terbatas,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Ia menambahkan, pelaku UMKM menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Mereka harus menanggung beban biaya produksi yang meningkat, namun tidak leluasa menaikkan harga jual.
“Pelaku UMKM paling terdampak karena harus menanggung kenaikan biaya produksi, sementara tidak semua bisa menaikkan harga jual karena khawatir kehilangan pelanggan,” imbuhnya.
Sebagai langkah antisipasi, sebagian pelaku usaha dan pedagang mulai membatasi pembelian bahan baku dari supplier untuk menghindari kerugian akibat harga yang tinggi.
Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan memastikan akan terus melakukan pengawasan barang beredar serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna menjaga stabilitas harga dan melindungi konsumen.
“Jadi diharapkan mampu meredam dampak lonjakan harga plastik yang berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi, khususnya di sektor usaha kecil dan menengah,” tuturnya. (don)




















