Pasuruan (WartaBromo.com) – Pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) di Kelurahan Sebani, Kota Pasuruan, mendapat sorotan dari Gerakan Muda (GM) Forum Komunikasi Putera-Puteri Purnawirawan dan Putra-putri TNI-Polri (FKPPI). Mereka menduga proyek tersebut dikerjakan tidak sesuai standar sehingga berpotensi memengaruhi kualitas bangunan.
GM FKPPI mendatangi langsung lokasi proyek untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai aturan pada Rabu (8/4/2026). Kedatangan mereka mendapat pengamanan dari aparat TNI dari Kodim 0819 dan Polres Pasuruan Kota.
Di lokasi, mereka langsung menggelar orasi dan menyoroti proyek yang disebut sebagai bagian dari program strategis nasional (PSN).
“Kami datang untuk memastikan bahwa proyek koperasi ini dikerjakan sesuai aturan dan bahan yang benar. Ini papan nama siapa kontraktornya dan berapa nilainya,” ujar Ayik Suhaya, Ketua GM FKPPI Pasuruan.
Dalam orasinya, Ayik juga menyoroti proses pengecoran beton dinding yang dinilai tidak sesuai standar. Ia menyebut pekerjaan dilakukan secara manual, bukan menggunakan mesin molen.
“Kalau dikerjakan tidak sesuai standart, asal-asalan tentu sangat membahayakan. Rawan roboh. Mana penanggung jawab proyek ini,” tanya Ayik dengan nada keras.
Situasi sempat memanas saat penanggung jawab proyek, merespons dengan nada tinggi. Ia mengaku hanya sebagai subkontraktor dan tidak berkewajiban memasang papan nama proyek.
Aksi yang memanas akhirnya mereda setelah aparat TNI dan Polri turun tangan meminta penjelasan terkait proses pembangunan KMP. Dalam penjelasan tersebut, disebutkan bahwa sistem pembayaran dilakukan bertahap, yakni setelah progres pekerjaan mencapai 30 persen.
Mendengar penjelasan itu, perwakilan GM FKPPI sepakat akan menyampaikan laporan secara tertulis kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi. Mereka berharap pembangunan KMP tetap memperhatikan aturan, spesifikasi bangunan, serta keselamatan pekerja. (don)




















