Perkuat Layanan Darurat PSC 112, Pemkot Probolinggo Latih 64 Petugas Bantuan Hidup Dasar

7

Probolinggo (WartaBromo.com) – Pemerintah Kota Probolinggo meningkatkan kesiapsiagaan layanan darurat Public Safety Center (PSC) 112. Salah satu upayanya yakni menggelar pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi puluhan petugas lintas sektor, di Puri Manggala Bhakti, Kantor Wali Kota Probolinggo, Jumat (10/4/2026).

BHD yang digelar Dinas Kesehatan P2KB ini, diikuti 64 pererat yang terdiri dari tenaga kesehatan, sopir ambulans, dan Satpol PP. Mereka mendapatkan materi dan praktik langsung dari instruktur yang berasal dari organisasi profesi kesehatan. Tujuannya untuk mempercepat respons kegawatdaruratan.

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin menegaskan bahwa penguasaan Bantuan Hidup Dasar menjadi kemampuan mendasar yang wajib dimiliki setiap petugas layanan darurat. Ia menyebut, tindakan awal yang cepat dan tepat dapat menentukan keselamatan pasien.

“Bantuan hidup dasar adalah kunci penyelamatan sebelum penanganan lanjutan. Jika terlambat atau tidak tepat, risikonya bisa fatal,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan mental dan ketepatan prosedur dalam menghadapi situasi darurat. Petugas diminta tidak ragu dalam bertindak, namun tetap berpedoman pada standar medis yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kota Probolinggo, dr. Intan Sudarmadi, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknis sekaligus memperkuat koordinasi antarpetugas dalam menangani kondisi darurat.

“Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membangun sinergi agar respons kegawatdaruratan bisa dilakukan secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara tenaga medis, pengemudi ambulans, dan aparat lapangan menjadi kunci dalam menghadirkan layanan darurat yang efektif di tengah masyarakat.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan kegawatdaruratan.

Dalam sesi ini, peserta dilatih mengidentifikasi kondisi korban, memastikan keamanan lokasi, hingga melakukan tindakan pertolongan pertama sesuai prosedur.

Salah satu peserta, Rizky (35), pengemudi ambulans, mengaku pelatihan tersebut sangat membantu meningkatkan kepercayaan dirinya saat menghadapi situasi darurat.

“Sekarang kami lebih paham langkah pertolongan pertama yang harus dilakukan, jadi tidak panik saat menghadapi kondisi genting,” ujarnya.

Pemkot Probolinggo berharap, pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas layanan PSC 112 sehingga masyarakat mendapatkan penanganan darurat yang cepat, tepat, dan profesional.

Selain pelatihan, Pemkot Probolinggo juga menyiapkan penguatan sarana pendukung berupa kendaraan Siap Aksi Langsung Digas (SIGAS).

Kendaraan ini dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan darurat, mulai dari evakuasi pasien, penanganan korban bencana, hingga pengangkutan jenazah. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.