Tutur (WartaBromo.com) – Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap perempuan di jalanan wilayah Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, mulai ditindaklanjuti lebih serius. Polisi menggelar mediasi dengan sejumlah korban, Pemerintah Desa Andonosari, serta pihak terkait pada Senin (28/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, polisi menggali keterangan langsung dari para korban. Sejumlah hal ditanyakan, mulai dari kronologi kejadian, modus pelaku, lokasi kejadian, hingga berapa kali masing-masing korban mengalami aksi pelecehan serupa.
Sekretaris Desa Andonosari, Sri Puji Astuti, mengatakan pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah awal untuk menindaklanjuti laporan dan informasi yang sebelumnya disampaikan warga.
“Untuk hasil pertemuan, sesuai petunjuk dan arahan Polsek, salah satu korban yang hadir siap untuk melanjutkan laporan ke Polres,” kata Puji, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, desa juga masih berupaya mengkondisikan korban-korban lain yang sebelumnya tidak dapat hadir dalam mediasi. Mereka diharapkan dapat memberikan keterangan sehingga kejadian yang dialami masing-masing korban bisa ditelusuri lebih lanjut.
Sebelumnya, keresahan warga di Kecamatan Tutur mencuat setelah dua perempuan melaporkan dugaan pelecehan seksual yang mereka alami kepada Pemerintah Desa Andonosari pada Senin (21/9/2026).
Informasi tersebut kemudian disampaikan ke sejumlah dusun dan wilayah sekitar. Dari penelusuran di tingkat warga, jumlah perempuan yang mengaku mengalami kejadian serupa bertambah hingga sekitar 10 orang.
“Iya memang resah. Tapi semenjak diberitakan belum ada kasus baru,” ungkapnya.
Modus yang disampaikan para korban relatif serupa. Pelaku disebut menggunakan sepeda motor tanpa pelat nomor, mengenakan jaket dan masker, kemudian membuntuti perempuan yang melintas.
Saat kondisi dianggap memungkinkan, pelaku mendekati korban dan melakukan pelecehan dengan menyentuh bagian sensitif tubuh, termasuk payudara hingga bokong. Setelah itu, pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Aksi tersebut disebut lebih sering terjadi pada siang hari. Kondisi ini membuat sejumlah perempuan di Tutur merasa waswas ketika harus bepergian seorang diri. (don)





















