Pasuruan (WartaBromo.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyiapkan anggaran sekitar Rp 1 miliar dari APBD 2026 untuk membenahi dan menambah fasilitas sarana di persimpangan Patung Sapi Pandaan.
Langkah ini diambil menyusul rentetan kecelakaan di simpang jalan nasional Malang–Surabaya tersebut, sementara penanganannya berada dalam kewenangan pemerintah pusat.
Anggaran itu disiapkan untuk menambah dan memperbaiki sarana keselamatan lalu lintas di kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu jalur tengkorak akibat tingginya risiko kecelakaan.
Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan, Eritrina Pribadi Asih mengatakan, pemerintah daerah sudah beberapa kali melakukan koordinasi dengan pemilik kewenangan ditingkat pusat perihal kondisi jalan tersebut, namun masih berujung pada kepastian keterbatasan anggaran penanganan.
Mengingat lambannya penanganan dengan alasan keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh pemangku kewenangan, Bupati Pasuruan kemudian berinisiatif mengambil langkah mengeluarkan anggaran dari daerah.
Kebijakan tersebut diambil karena pemerintah daerah menilai keselamatan masyarakat yang melintasi kawasan itu perlu segera mendapat perhatian agar tidak lagi manambah korban jiwa
“Kita sudah berkoordinasi dengan pusat. Namun, mereka masih terkendala anggaran. Akhirnya Pak Bupati mengambil kebijakan untuk mengeluarkan anggaran 1 miliar dari daerah” ujarnya Senin (12/10/2026).
Menurut Eritrina, perhatian terhadap persimpangan Patung Sapi Pandaan menguat setelah sejumlah kecelakaan terjadi di lokasi tersebut. Bahkan, kecelakaan beruntun pada 2026 turut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah untuk mengambil langkah penanganan.
Meski demikian, ruas jalan tersebut merupakan jalan nasional yang secara kewenangan berada di pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).
Karena itu, Pemkab Pasuruan tetap berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk meminta rekomendasi teknis sebelum pelaksanaan kegiatan. Eritrina memastikan penggunaan anggaran daerah akan mengikuti mekanisme dan persetujuan yang diperlukan.
“Kita mendapatkan rekomendasi dari P2JN dan BPTD. Kita tetap meminta izin karena ini menyangkut badan jalan,” jelasnya.
Adapun fasilitas yang direncanakan meliputi pemasangan rambu lalu lintas, road stud atau paku jalan reflektif, kamera pemantau, serta papan informasi elektronik (variable message sign/VMS).
Papan informasi tersebut direncanakan menampilkan pesan peringatan kepada pengendara agar mengurangi kecepatan saat mendekati persimpangan. Keberadaan fasilitas itu diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan, terutama di titik pertemuan arus kendaraan.
Eritrina menyebut proses pengadaan masih menunggu rekomendasi dari instansi yang berwenang. Pemkab menargetkan seluruh kegiatan dapat direalisasikan pada akhir 2026, sesuai tahun anggaran yang telah disiapkan.
“Paling bulan ini segera diproses pengadaannya. Kalau pengadaan barang, seperti kamera dan rambu, relatif cepat. Yang masih membutuhkan waktu adalah proses pengadaannya,” katanya.
Rencana penggelontoran anggaran sekitar Rp 1 miliar tersebut diharapkan menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam merespons persoalan keselamatan di persimpangan Patung Sapi. Namun, efektivitasnya tidak cukup hanya diukur dari terpasangnya kamera, rambu, maupun papan peringatan.
Evaluasi terhadap pola kecelakaan, pengaturan arus kendaraan, kondisi geometrik persimpangan, serta kepatuhan pengendara tetap diperlukan untuk memastikan penanganan yang dilakukan benar-benar menyasar sumber risiko.
Dengan demikian, penggunaan APBD Kabupaten Pasuruan untuk menangani titik rawan kecelakaan tersebut tidak sekadar menjadi respons atas kejadian yang viral, tetapi juga menghasilkan perbaikan keselamatan yang terukur bagi masyarakat.
Sebab, persoalan utama di persimpangan Patung Sapi bukan hanya minimnya fasilitas, melainkan bagaimana memastikan pengguna jalan dapat melintas dengan aman dan risiko kecelakaan dapat ditekan secara berkelanjutan.
“Doakan saja semoga lancar, dan hasilnya dapat memberikan keselamatan bagi para pengguna jalan,” pungkasnya. (red)





















