Pasuruan (WartaBromo.com) – Sukaris, pegawai Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) asal Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kebakaran di kawasan TNBTS, Kamis (15/10/2026).
Sukaris meninggal dunia saat menjalankan tugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Cemoro Lawang, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariadi, membenarkan bahwa Sukaris merupakan warga Wonokitri yang bekerja di TNBTS.
“Iya, benar. Korban merupakan warga Wonokitri, Kecamatan Tosari, dan bekerja di TNBTS,” ujar Sugeng.
Menurut Sugeng, sebelum peristiwa nahas tersebut, Sukaris sempat terlibat dalam pemadaman karhutla di wilayah Kabupaten Pasuruan, tepatnya di kawasan Bukit Dingklik.
Sugeng mengaku masih berkomunikasi dengan korban saat proses pemadaman berlangsung di wilayah Pasuruan. Ia mengenang Sukaris sebagai sosok yang dikenal baik.
“Terakhir komunikasi saat pemadaman di wilayah Pasuruan. Beliau orangnya baik,” katanya.
Sugeng juga menyampaikan bahwa jenazah Sukaris telah berhasil dievakuasi dan sedang dalam perjalanan menuju rumah duka.
“Korban sudah berhasil dievakuasi dan sekarang dalam perjalanan menuju rumah duka,” imbuhnya.
Sementara itu, keluarga besar Balai Besar TNBTS turut menyampaikan duka cita atas meninggalnya Sukaris. Dalam pernyataan resminya, Sukaris tercatat sebagai Operator Layanan Operasional pada Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I.
Ia berpulang saat melaksanakan tugas pemadaman kebakaran di wilayah Resort Tengger Laut Pasir, Seksi PTN Wilayah I, Cemoro Lawang, Kabupaten Probolinggo.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di Bukit Kembang Puncak Sari dan Pusung Lingker Utara, sebelah timur Bukit Mentigen, Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura.
Dalam peristiwa tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka. Para korban diduga berada di sekitar lokasi ketika kebakaran berlangsung. Namun, kronologi pasti kejadian masih dalam penyelidikan.
Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP I Made Kembar sebelumnya menyampaikan bahwa petugas gabungan dari kepolisian, TNI, dan pihak TNBTS telah melakukan penanganan serta evakuasi korban.
Tim Inafis Satreskrim Polres Probolinggo bersama anggota Polsek Sukapura juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendalami penyebab kebakaran dan rangkaian peristiwa yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.
Hingga kini, penyebab kebakaran serta kronologi lengkap kejadian masih menunggu hasil penyelidikan petugas. (don)





















