Gending (WartaBromo.com) – Ribuan santri Pondok Pesantren Raudlatul Jannah, Desa Klasemen, Kabupaten Probolinggo menggelar salat gaib untuk mendoakan empat orang yang meninggal dunia dalam musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo.
Kegiatan tersebut menjadi wujud belasungkawa atas kepergian para korban yang gugur saat berupaya memadamkan api di kawasan Bukit Mentigen, Gunung Bromo.
Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Jannah, Habib Ali Zainal Abidin, menyampaikan duka mendalam atas tragedi tersebut. Ia mengaku turut merasakan kesedihan atas meninggalnya orang-orang yang telah berjuang untuk mengendalikan kebakaran.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami pengurus pesantren turut berduka atas meninggalnya korban kebakaran hutan Gunung Bromo. Kami ikut sedih dan berduka atas saudara-saudara kami yang berjuang memadamkan api di kawasan Gunung Bromo,” ujarnya, Jumat (16/10/2026).
Sebagai bentuk kepedulian, Habib Ali mengatakan bahwa pihak pesantren bersama ribuan santri berupaya memberikan dukungan melalui doa. Mereka berharap para korban memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Alhamdulillah, hari ini ribuan santri melaksanakan salat gaib bersama untuk mendoakan para almarhum. Mudah-mudahan semua amal ibadahnya diterima oleh Allah, diampuni semua dosa-dosanya,” tuturnya.
Menurut Habib Ali, pelaksanaan salat gaib bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai kemanusiaan kepada para santri.
Ia mengingatkan bahwa sikap saling menolong dan mengasihi merupakan kewajiban setiap manusia, tanpa dibatasi hubungan pribadi maupun kedekatan dengan orang yang membutuhkan bantuan.
“Kita sebagai manusia wajib saling membantu, harus saling mengasihi meskipun tidak kenal sekalipun. Harus ada rasa sebagai manusia, sisi kemanusiaan yang harus kita utamakan,” ungkapnya.
Ia berharap semangat solidaritas tersebut dapat memperkuat persaudaraan serta menumbuhkan empati masyarakat, terutama ketika menghadapi bencana yang menimpa orang lain.
Di sisi lain, pihak pesantren berharap kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo segera berhasil dipadamkan. Dengan demikian, risiko terhadap keselamatan warga dan lingkungan di sekitarnya dapat diminimalkan.
“Mudah-mudahan kebakaran hutan Gunung Bromo cepat teratasi dan warga di sekitar Gunung Bromo senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, afiat, dan panjang umur,” pungkasnya. (lai/saw)





















