20 Tahun Warga Miskin Kota Pasuruan Hanya Berkurang 11 Ribu

9

Pasuruan (WartaBromo.com) – Angka kemiskinan di Kota Pasuruan dilaporkan menunjukkan tren penurunan dalam dua dekade terakhir. Namun, di balik capaian tersebut, sebanyak 12,44 ribu jiwa atau 5,96 persen penduduk masih hidup dalam kemiskinan hingga Maret 2026.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pasuruan Nomor 13/10/3575/Th. XII tertanggal 16 Oktober 2026, yang dirilis melalui akun resmi Pemkot Pasuruan, jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 tercatat sebanyak 12,44 ribu jiwa. Angka ini memang jauh lebih rendah dibandingkan kondisi 2006 yang mencapai 23,60 ribu jiwa atau 13,71 persen dari total penduduk.

Dalam kurun waktu sekitar 20 tahun, jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 11,16 ribu jiwa. Sementara itu, persentase kemiskinan turun 7,75 poin persentase.

Meski demikian, penurunan angka statistik tersebut masih menyisakan pekerjaan bagi pemerintah daerah. Sebab, capaian penurunan kemiskinan perlu diikuti dengan upaya memastikan masyarakat yang masih berada di bawah garis kemiskinan dapat mengakses pekerjaan, pendapatan yang layak, serta layanan dasar.

Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menyebut tren penurunan kemiskinan tersebut sebagai indikator perkembangan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, capaian itu menunjukkan bahwa program dan intervensi pemerintah mulai memberikan dampak bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah juga dinilai menjadi salah satu faktor pendukung dalam pelaksanaan pembangunan berbasis data.

“Ini menunjukkan bahwa program dan intervensi pemerintah berdampak. Sinergi program pemerintah pusat dan daerah yang dikelola berbasis data faktual mulai dirasakan dampaknya. Tentunya, diperlukan juga kolaborasi dari berbagai pihak untuk memastikan setiap program memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Adi menegaskan, penanganan kemiskinan membutuhkan upaya berkelanjutan dan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, kata dia, tidak hanya berfokus pada penurunan angka kemiskinan, tetapi juga memastikan program yang dijalankan tepat sasaran dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tantangan berikutnya adalah memastikan penurunan angka kemiskinan berbanding lurus dengan perbaikan kondisi hidup warga. Ketepatan penerima bantuan, peningkatan kesempatan kerja, serta penguatan ekonomi masyarakat menjadi aspek penting agar capaian tersebut tidak berhenti sebagai angka dalam laporan statistik. (Fir)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.