Korban Karhutla Bromo Suraji Masih Dirawat Intensif, Dijadwalkan Cangkok Kulit

14

Probolinggo (WartaBromo.com) – Suraji, korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Dr Soetomo, Surabaya. Ia mengalami luka bakar hingga 49 persen dan dijadwalkan menjalani tindakan cangkok kulit.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, berdasarkan informasi terakhir yang diterima, Suraji masih membutuhkan penanganan medis lanjutan.

“Suraji dijadwalkan menjalani cangkok kulit karena luka bakarnya mencapai 49 persen. Kami berharap proses pemulihannya berjalan baik,” kata Oemar.

BPBD Kabupaten Probolinggo terus memantau perkembangan kondisi korban. Oemar berharap Suraji dapat melewati masa kritis dan berangsur pulih setelah menjalani perawatan intensif.

Di tengah upaya pemulihan tersebut, kabar duka datang dari korban karhutla lainnya. Munawi, personel Manggala Agni Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Dr Soetomo, Surabaya.

Jenazah Munawi telah dibawa ke rumah duka di Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Jenazahnya menjalani proses pemulasaran pada Selasa pagi.

Oemar menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Munawi. Ia juga berharap Suraji yang masih dirawat mendapat penanganan terbaik dan segera menunjukkan perkembangan positif.

Peristiwa ini menambah perhatian terhadap keselamatan petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla di kawasan Bromo. Sementara itu, Suraji masih harus menjalani serangkaian perawatan untuk memulihkan luka bakar yang dialaminya. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.