TNI AU Uji Coba Tol Paspro sebagai Landasan Darurat Pesawat Tempur

25

Probolinggo (WartaBromo.com) – TNI Angkatan Udara (TNI AU) menguji pemanfaatan Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) sebagai landasan darurat pesawat militer. Persiapan uji coba ditandai dengan manuver terbang rendah 4 pesawat tempur di atas ruas tol tersebut, Rabu (21/10/2026).

Empat pesawat yang terlibat terdiri dari dua Super Tucano dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, dan dua F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3, Lanud Iswahjudi, Jawa Timur.

Uji coba dipusatkan di KM 834+000 hingga KM 837+500, tepatnya pada segmen Probolinggo Barat-Probolinggo Timur. Ruas sepanjang sekitar 3,5 kilometer itu disiapkan untuk menguji kemungkinan pemanfaatan jalan tol sebagai landasan alternatif bagi pesawat militer dalam kondisi tertentu.

Sebelum gladi bersih pada Rabu, TNI AU telah melaksanakan gladi kotor sehari sebelumnya. Adapun pengujian lepas landas dan pendaratan pesawat tempur dijadwalkan berlangsung Kamis (22/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menguji kesiapan infrastruktur jalan dalam mendukung kebutuhan pertahanan negara.

Untuk mendukung pelaksanaan uji coba, sebagian ruas Tol Paspro ditutup sementara. Penutupan berlaku mulai Gerbang Tol (GT) Probolinggo Barat KM 829+000 hingga GT Probolinggo Timur KM 841+200.

PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol (TJPJT) memberlakukan pengalihan lalu lintas sejak Senin (19/10/2026) pukul 18.00 WIB. Penutupan dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (22/10/2026) pukul 18.00 WIB.

Manager Operasi dan Konstruksi TJPJT Ahmad Ardi Santoso mengatakan, pengalihan arus kendaraan dilakukan untuk mendukung kegiatan pertahanan sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama pengalihan sementara ini berlangsung,” ujar Ahmad, Rabu.

Ia menjelaskan, ruas tol baru dapat dibuka kembali setelah seluruh rangkaian uji coba selesai dan kondisi jalan dipastikan aman untuk dilalui kendaraan umum.

Meski demikian, operasional Tol Paspro tidak dihentikan sepenuhnya. Kendaraan masih dapat melintas dari Grati menuju GT Probolinggo Barat. Jalur dari GT Probolinggo Timur menuju GT Gending juga tetap beroperasi.

Selama penutupan berlangsung, pengendara dari arah Surabaya menuju Banyuwangi diarahkan keluar melalui GT Probolinggo Barat. Perjalanan dilanjutkan melalui jalan arteri di Kota Probolinggo sebelum kembali masuk tol melalui GT Probolinggo Timur.

Sebaliknya, kendaraan dari arah Banyuwangi menuju Surabaya harus keluar melalui GT Probolinggo Timur. Pengendara kemudian melintasi jalur dalam Kota Probolinggo dan masuk kembali ke tol melalui GT Probolinggo Barat.

Pengelola tol mengimbau pengguna jalan memperhitungkan tambahan waktu perjalanan selama pengalihan arus. Pengendara juga diminta mematuhi rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas, memastikan kondisi kendaraan prima, serta menyiapkan saldo uang elektronik yang mencukupi.

Pemanfaatan jalan tol sebagai landasan darurat menjadi salah satu skenario yang diuji untuk melihat kesiapan infrastruktur sipil dalam mendukung operasi pertahanan. Pelaksanaannya tetap mempertimbangkan aspek keselamatan, baik bagi pesawat maupun pengguna jalan. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.