Pasuruan (WartaBromo.com) – Sebanyak 21 grup tari dari jenjang SD/MI se-Kota Pasuruan unjuk kebolehan dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2025, Sabtu (21/6/2025). Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan menjadi panggung semarak bagi puluhan pelajar yang menyuguhkan tarian tradisional maupun kreasi penuh warna budaya.
Masing-masing grup yang terdiri dari 3 hingga 5 siswa tampil penuh semangat. Mereka berlomba menampilkan koreografi yang sarat makna, diiringi busana khas, ekspresi kuat, dan iringan musik tradisional yang menggugah.
“Puluhan pesertanya sangat semangat semuanya, dan kreatif-kreatif,” ungkap Rustina, juri dari SMP Negeri 7 Kota Pasuruan yang tampak antusias mengikuti jalannya perlombaan.
Para peserta datang dari sekolah negeri maupun swasta yang tersebar di seluruh Kota Pasuruan. Tak hanya menjadi ajang lomba, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi seni, mengasah kerja tim, serta menumbuhkan keberanian tampil di depan umum.
Penilaian lomba dilakukan oleh tiga dewan juri berpengalaman, yaitu Iva Fitri Damayanti (SMA Negeri 1 Kejayan), Rustina (SMP Negeri 7 Kota Pasuruan), dan Murtafiah (SMP Excellent Madina). Mereka menilai berdasarkan empat aspek utama:
1. Ide/Gagasan (15%): Menekankan orisinalitas, cerita dari legenda/mitos, serta pengembangan gerak.
2. Teknik (25%): Menilai penguasaan gerak, pemanfaatan ruang, waktu, dan tenaga.
3. Penampilan (30%): Meliputi ekspresi, tata rias, kostum, harmoni antarpenari, dan properti.
4. Kreativitas (30%): Fokus pada inovasi, kebaruan, dan kesesuaian dengan perkembangan usia anak.
“Saya melihat banyak tarian yang tidak hanya menampilkan teknik, tapi juga imajinasi dan semangat luar biasa dari anak-anak. Beberapa grup tampil sangat matang, meski mereka masih usia SD,” puji Iva Fitri Damayanti, salah satu dewan juri.
Hal senada disampaikan oleh juri lainnya, Murtafiah, “Semangat terus untuk peserta lomba tari. Yang penting mau berproses untuk lebih baik ke depannya.”
Menurut panitia, FLS2N menjadi bagian dari strategi membangun karakter dan menumbuhkan kecintaan siswa terhadap seni dan budaya lokal. Kegiatan ini juga membuka peluang bagi para peserta untuk tampil di tingkat provinsi.
“Festival lomba seni dan sastra ini mengusung asa pemerataan. Setiap sekolah hanya boleh menyertakan satu atau dua wakil untuk lomba,” jelas Windah Silvi Hidayati, Kasi Sekolah Dasar Dispendikbud Kota Pasuruan.
Ia juga menambahkan bahwa ada tujuh cabang lomba yang digelar dalam FLS2N 2025, yakni menyanyi solo, pantomim, seni tari, mendongeng, kriya, gambar ekspresi, dan menulis cerita.
“Akan kami undang di Gedung Kesenian pada tanggal 24 Juni 2025 untuk penyerahan penghargaan,” tambah Windah. (don)