Pabrik Paving dari Limbah PLTU Paiton Disorot, NasDem Warning Soal Risiko dan Monopoli

57

Probolinggo (WartaBromo.com) – Rencana ambisius Pemkab Probolinggo membangun pabrik paving dari limbah PLTU Paiton senilai Rp 6 miliar memicu sorotan tajam dari Fraksi Partai NasDem.

Proyek yang diklaim inovatif ini dinilai belum cukup matang secara teknis dan finansial.

Ketua Fraksi Partai NasDem, Andii Suryanto Wibowo, menyebut pihaknya tidak menolak pembangunan pabrik paving berbahan fly ash dan bottom ash (FABA).

Namun, ia menggarisbawahi perlunya uji kelayakan menyeluruh sebelum proyek digulirkan.

“Dengan bahan baku utama limbah, harus ada kajian teknis, daya tahan paving K350, dan analisis biaya jangka panjang,” tegas Andi, Jumat(25/7/2025).

Fraksi NasDem juga menyoroti minimnya kepastian soal rencana bisnis dan tata kelola proyek, terutama jika nantinya dialihkan ke Perusahaan Daerah (Perusda).

Moh. Dimyati, anggota Fraksi NasDem, menambahkan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam proses produksi dan distribusi.

“Jangan sampai pemerintah justru menciptakan monopoli baru. Harus ada regulasi jelas lewat Perbup atau Perda agar tata kelola dan pengawasan berjalan transparan,” ujar Dimyati.

Pemkab Probolinggo Sebut Bukan Monopoli, Tapi Stimulus Industri
Menanggapi kritik itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, memastikan bahwa pabrik paving ini bagian dari strategi efisiensi infrastruktur daerah berbasis inovasi dan keberlanjutan.

“Kami pastikan proyek ini berbasis data, melibatkan ahli, dan memiliki proyeksi manfaat jangka panjang yang terukur,” ujar Ugas.

Menurutnya, saat ini Pemkab tengah menyusun feasibility study (FS) lengkap dengan simulasi biaya operasional dua tahun ke depan. Termasuk juga uji kekuatan paving dan rancangan skema bisnis jangka panjang.

Ugas memastikan keterlibatan UMKM akan diakomodasi dalam rantai distribusi maupun proses produksi.

Pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi formal berupa Perbup atau Perda untuk mengatur legalitas aset, tata kelola hasil produksi, dan pengawasan internal.

“Kami ingin pabrik ini jadi pemantik tumbuhnya industri paving lokal, bukan untuk menguasai pasar,” tandasnya. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.