Aktivitas Semeru Menurun, Status Diturunkan ke Level III Siaga

8

Lumajang (Wartabromo.com) — Tingkat aktivitas Gunung Semeru resmi diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga). Penurunan Level ini dilakukan setelah PVMBG melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktifitas Semeru yang menunjukkan tidak adanya suplai magma baru dari kedalaman. Keputusan penurunan ini berlaku mulai Sabtu (29/11/2025) pukul 09.00 WIB.

Penurunan status tersebut disampaikan Badan Geologi setelah menganalisis perkembangan aktivitas Semeru pasca erupsi besar pada 19 November 2025. Saat itu, luncuran Awan Panas Guguran (APG) mencapai 13,8 kilometer ke arah Besuk Kobokan dengan durasi gempa mencapai lebih dari empat jam.

Tim pemantau melaporkan bahwa sejak kejadian APG, aktivitas Semeru lebih banyak dipengaruhi oleh proses permukaan seperti pelepasan gas dangkal, ketidakstabilan lereng, dan akumulasi material erupsi. Selain itu, letusan kecil hingga menengah masih terjadi, dengan kolom asap putih-kelabu menjulang 300–1.000 meter di atas puncak.

Kemudian, guguran lava terus terpantau dengan jarak luncur 800–1.000 meter ke arah Besuk Kobokan. Foto dan pemetaan morfologi terbaru menunjukkan sebagian besar material tidak stabil di Kawah Jonggring Seloko telah terkikis oleh awan panas sebelumnya.

Seismik dan deformasi memperkuat kesimpulan bahwa tidak terjadi intrusi magma baru. Aktivitas gempa vulkanik tetap rendah, sedangkan variasi kecepatan seismik (dv/v), yang sempat turun menjelang erupsi besar, kini kembali stabil tanda bahwa sistem vulkanik berada dalam fase relaksasi.

Selanjutnya, data tiltmeter dan GPS tidak memperlihatkan pola inflasi atau pemanjangan jarak antartitik pengukuran. Pergerakan yang terekam justru acak, sehingga para ahli memastikan tidak terjadi tekanan magmatik signifikan.

Meski status turun, ancaman bahaya masih ada. Potensi awan panas guguran tetap mengintai terutama di sektor tenggara, sementara ancaman lahar meningkat seiring masuknya musim hujan.

Badan geoligi menegaskan, warga, pengunjung, dan wisatawan dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 km dari puncak.
Di luar zona tersebut, masyarakat wajib menjauhi area 500 meter dari sempadan sungai karena awan panas dan aliran lahar bisa meluas hingga 17 km. (rud/jun)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.