Probolinggo (WartaBromo.com) — Sebuah mobil minibus yang mengangkut dua warga negara asing asal China terjun ke jurang sedalam sekitar lima meter di Jalur Bromo, tepatnya di Desa Lambang Kuning, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Sabtu siang (29/11/2025).
Kecelakaan tunggal itu diduga kuat dipicu oleh rem kendaraan yang tidak berfungsi.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Dari informasi yang diterima WartaBromo, mobil bernomor polisi N 1278 IL tampak hilang kendali sebelum jatuh ke dasar jurang.
Mobil merek Wuling itu, sempat menghantam pohon mangga dan pembatas jalan sebelum akhirnya terperosok.
Kendaraan tersebut dikemudikan Hari Muliyono, warga Kelurahan Tlogosari, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.
Di dalamnya terdapat dua penumpang warga negara China, laki-laki dan perempuan.
Keduanya mengalami luka ringan dan langsung mendapat penanganan di RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo.
Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Safiq Jundira Zulkarnaen, membenarkan kejadian tersebut. “Betul, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini,” ujarnya.
Menurut Faida, salah satu warga di sekitar lokasi kejadian, mobil tersebut melaju cukup kencang dari arah Bromo.
Jejak ban yang terlihat di jalan menunjukkan tidak adanya upaya pengereman.
“Ya kalau kata supirnya blong tapi gak tau aslinya emang ngeblong apa gak hafal medan,” tuturnya.
Mobil keluar dari garis putih, nggak ngerem sama sekali. Nabrak pohon mangga, terus langsung jatuh ke kanan.
“Penumpangnya dua plus sopir, total tiga orang. Katanya dari China. Lukanya ringan, suaminya saja yang keluar darah sedikit,” kata Faida.
Setelah mendapat perawatan singkat di RSUD Tongas, kedua WNA tersebut memilih melanjutkan perjalanan menuju Bandara Juanda untuk mengejar jadwal penerbangan mereka.
“Cuma drivere (sopir) tok pak, tadi kesusu selak ngejar pesawat WNA nya tadi jadi langsung oper kendaraan, luka ringan semua,” tandasnya.
Hingga Sabtu sore, pihak kepolisian masih melakukan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan tersebut.
Minibus yang terjun ke jurang belum berhasil dievakuasi karena kondisi medan yang terjal dan akses yang terbatas. (lai/saw)




















