Gempol (WartaBromo.com) – Arus lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di Ruas Tol Gempol–Pasuruan mengalami lonjakan signifikan. PT Jasamarga Gempol Pasuruan mencatat sebanyak 280.112 kendaraan keluar-masuk tol tersebut sejak H-7 Natal hingga malam pergantian Tahun Baru 2026.
Jumlah itu meningkat 13,52 persen dibandingkan volume lalu lintas normal yang tercatat 242.248 kendaraan.
General Manager Teknik dan Operasi PT Jasamarga Gempol Pasuruan, Gesa Akbar Darmatin, menyebut peningkatan terjadi hampir merata di seluruh gerbang tol (GT) sepanjang ruas Gempol–Pasuruan.
“Peningkatan volume lalu lintas ini tercatat sejak H-7 Natal hingga H+6 Tahun Baru di seluruh gerbang tol yang kami operasikan,” ujar Gesa, Jumat (2/1/2026).
Lonjakan cukup terasa di GT Bangil. Tercatat 25.884 kendaraan masuk, naik 22,90 persen dari kondisi normal sebanyak 19.956 kendaraan.
Sementara kendaraan keluar melalui GT Bangil mencapai 25.147 kendaraan, meningkat 19,39 persen dibandingkan lalu lintas normal.
Di GT Pasuruan, arus kendaraan juga melonjak tajam. Sebanyak 65.904 kendaraan masuk, naik 20,27 persen dari kondisi normal. Adapun kendaraan yang keluar mencapai 63.719 kendaraan, atau meningkat 17,64 persen.
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di GT Rembang. Jumlah kendaraan yang masuk tercatat 22.304 kendaraan, turun 6,34 persen dari kondisi normal.
Kendaraan keluar melalui gerbang ini juga menurun menjadi 22.383 kendaraan, atau turun 8,20 persen.
Adapun di GT Grati, kendaraan yang masuk relatif stabil dengan 31.813 kendaraan, turun tipis 0,46 persen. Namun, arus kendaraan keluar melonjak tajam hingga 22.958 kendaraan, naik 25,52 persen dibandingkan kondisi normal.
Menghadapi tingginya arus lalu lintas, Gesa mengimbau para pengguna jalan tol agar mempersiapkan perjalanan dengan baik. Mulai dari memastikan kondisi kendaraan prima, kecukupan bahan bakar dan saldo uang elektronik, hingga memanfaatkan rest area untuk beristirahat jika kelelahan.
“Keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (fir/red)





















