Lumajang (Wartabromo.com) – Gunung Semeru di kabupaten Lumajang kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Pada Jumat (9/1/2026), gunung Semeru kembali erupsi sekitar pukul 15.13 WIB, dengan kolom abu teramati membumbung tinggi hingga sekitar 2.000 meter di atas puncak atau ±5.676 meter di atas permukaan laut.
Selain itu, kolom abu berwarna kelabu pekat tampak condong ke arah utara dan timur laut menandakan sebaran material vulkanik berpotensi meluas mengikuti arah angin. Sementara itu, aktivitas erupsi terekam jelas pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi hampir 20 menit, menandakan suplai energi yang cukup signifikan dari dalam perut gunung.
Tak hanya erupsi, awan panas guguran (APG) juga dilaporkan meluncur sejauh 4 kilometer dari pusat erupsi. Kondisi ini semakin meningkatkan potensi bahaya di wilayah aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru. Hingga laporan ini disusun, erupsi masih berlangsung, sehingga status kewaspadaan tetap tinggi.
Saat ini, Gunung Semeru berstatus Level III (Siaga). Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan guna menghindari risiko yang lebih besar.
PVMBG Gunung Semeru menghimbau, masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Selain itu, warga juga diminta menjauhi sempadan sungai sejauh 500 meter, karena awan panas dan aliran lahar berpotensi meluas hingga 17 kilometer dari pusat erupsi.
Menanggapi kejadian tersebut Bupati Lumajang Indah Amperawati saat ditemui di Pendopo mengatakan, awan panas dengan jarak luncur 4 kilometer masih tergolong aman. Namun demikian warga tetap diminta waspada dan mematuhi instruksi dari petugas yang sudah standby di sejumlah pos penjagaan.
“Tadi terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu 2000 meter dan Awan Panas Guguran (APG) 4 kilometer, jarak ini masih aman. Masyarakat setempat sudah terlatih dengan aktifitas Gunung Semeru.” Terang Indah. (rud)





















