Fenomena “Sapon” Kembali Terjadi, Ribuan Ikan di Danau Ranu Mati Mendadak

43

Grati (WartaBromo.com) – Fenomena kematian massal ikan kembali terjadi di Danau Ranu, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Peristiwa yang oleh warga setempat dikenal dengan istilah “sapon” ini membuat ribuan kilogram ikan milik petani keramba mati mendadak, menimbulkan kerugian jutaan rupiah.

Rusdi (52), petani ikan asal Dusun Bandilan 1, Desa Ranuklindungan, mengatakan kematian ikan terjadi secara tiba-tiba, umumnya menjelang matahari terbit atau pada sore hingga pagi hari. Menurutnya, peristiwa tersebut kerap muncul saat kondisi cuaca ekstrem, terutama saat angin kencang disertai hujan deras.

“Sapon itu biasanya muncul menjelang matahari terbit. Kadang sore, kadang pagi. Dulu seringnya menjelang Imlek atau Tahun Baru, tapi sekarang sudah tidak bisa diprediksi,” ujar Rusdi, Rabu (14/1/2026).

Rusdi yang memiliki 24 petak keramba mengaku enam petak berisi ikan nila dan tombro miliknya telah habis terlebih dahulu. Kerugian terparah terjadi pada Selasa (13/1/2026) sore, saat ikan-ikan di beberapa petak lain mulai sekarat dan mati.

“Satu kuintal itu nilainya sekitar Rp3 juta. Yang kemarin hampir 4 kuintal, totalnya sekitar Rp7 juta,” katanya.

Ia menambahkan, fenomena sapon diperkirakan akan terus terjadi selama cuaca belum membaik dan angin masih bertiup kencang. Kondisi ini membuat para petani ikan di Danau Ranu diliputi rasa waswas, khawatir keramba mereka menjadi korban berikutnya.

Soal penyebab pasti, Rusdi mengaku belum ada kepastian. Namun, berdasarkan cerita yang berkembang di kalangan warga, kematian ikan diduga dipicu oleh faktor alam.

“Kalau penyebab pastinya kami tidak tahu. Warga biasanya bilang karena angin kencang dan hujan. Di danau ini juga ada kadar belerang, kalau kena angin bisa naik ke permukaan dan ikan keracunan,” jelasnya.

Hal serupa juga terjadi di keramba milik Khoirul Anam, dari informasi yang didapatkan ada sekitar 18 petak yang terdampak.

“Sore kemarin itu, 18 petak ikan nila,” katanya.

Fenomena sapon sendiri bukan hal baru bagi petani ikan Danau Ranu. Meski kerap berulang setiap tahun, ketidakpastian waktu kemunculannya membuat para petani sulit mengantisipasi, terlebih saat cuaca ekstrem datang tiba-tiba. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.