Akitivitas Vulkanik Gunung Semeru Kembali Meningkat Muntahkan Awan Panas Sejauh 5 Kilometer

16

Lumajang (Wartabromo.com) – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan. Pada Rabu (14/1/2026), gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali memuntahkan awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai lima kilometer. Sistem peringatan dini early warning system (EWS), meraung-raung disekitar zona bahaya.

Peristiwa tersebut menandai erupsi awan panas keempat dalam sepekan terakhir. Selain itu, momen erupsi terekam jelas oleh kamera CCTV yang terpasang di Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Dalam rekaman itu, kepulan awan panas terlihat keluar dari kawah Jonggring Saloko dan meluncur deras menyusuri lereng gunung.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, aktivitas awan panas mulai terekam pada seismogram pukul 11.25 WIB. Bahkan, amplitudo maksimum mencapai 20 milimeter dengan durasi sekitar 3.000 detik. Data ini mengindikasikan adanya suplai material vulkanik yang masih cukup signifikan.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir turut memicu terjadinya awan panas guguran. Menurutnya, curah hujan membuat material vulkanik di lereng menjadi tidak stabil, sehingga mudah longsor dan memicu awan panas.

“Dalam tiga sampai empat hari terakhir, hujan hampir turun setiap hari. Akibatnya, Gunung Semeru kembali mengeluarkan awan panas guguran dengan jarak luncur sekitar empat hingga lima kilometer,” jelas Indah saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).

Lebih lanjut, Indah menegaskan bahwa setiap kemunculan awan panas langsung direspons oleh early warning system (EWS). Sistem tersebut otomatis berbunyi untuk memberikan peringatan dini kepada warga yang berada di kawasan rawan bencana.

Tak hanya itu, ia memastikan masyarakat di sekitar Semeru sudah terbiasa menghadapi kondisi tersebut. Oleh karena itu, ketika peringatan berbunyi, warga langsung bersikap siaga dan menjauhi zona berbahaya.

“Ini memang aktivitas rutin Semeru. Selama jarak luncur masih di kisaran tiga hingga lima kilometer, kondisinya relatif aman. Masyarakat juga sudah paham dan selalu waspada,” tambahnya.

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang terus menempatkan personel di sejumlah titik krusial. Petugas secara aktif memantau pergerakan warga sekaligus memastikan tidak ada aktivitas manusia di jalur luncuran awan panas.

“Tim BPBD tetap siaga penuh. Kami pastikan radius lima kilometer dari jalur awan panas benar-benar steril,” tegas Indah. (Rud/jun)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.