Banjir Rendam Pondok Pesantren dan Puluhan Rumah di Krejengan Probolinggo

19

Krejengan (WartaBromo.com) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Probolinggo sejak Sabtu siang (17/1/2026) menyebabkan banjir di sejumlah kecamatan.

Di Kecamatan Krejengan, banjir merendam permukiman warga serta menggenangi kompleks Pondok Pesantren Darut Tauhid di Desa Tanjungsari dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Genangan air mulai memasuki area pondok pesantren pada Sabtu malam. Di kawasan pondok putri, sejumlah kamar santri terendam sehingga tidak dapat digunakan. Para santri terpaksa memindahkan barang-barang penting ke lokasi yang lebih aman.

Salah seorang santri, M. Reza Mahardika, mengatakan hujan turun sejak pukul 14.00 WIB dan berlangsung tanpa jeda hingga malam hari. Debit air sungai di sekitar pondok meningkat drastis dan meluap setelah tanggul di sisi sungai tidak mampu menahan derasnya aliran air.

“Air mulai masuk ke pondok sekitar pukul 19.30 WIB, setelah salat Isya. Ketinggiannya naik dengan cepat,” ujar Reza saat ditemui di lokasi.

Melihat kondisi tersebut, santri putra bersama pengurus pondok mengevakuasi sejumlah barang, seperti kitab-kitab, lemari, pakaian, dan perabotan lainnya ke masjid pondok yang posisinya lebih tinggi dari area sekitar.

Banjir juga berdampak pada permukiman warga di Desa Kamalkuning, Kecamatan Krejengan. Sekretaris Desa Kamalkuning, Edi Haryanto, mengatakan sedikitnya 70 rumah warga terendam air dengan ketinggian bervariasi, mulai dari sekitar 20 sentimeter hingga lebih dari satu meter, terutama di wilayah yang berada dekat aliran Kali Rondoningo.

“Hujan lebat sejak siang membuat debit sungai meningkat. Kondisinya diperparah dengan jebolnya tanggul, sehingga air meluap ke permukiman,” kata Edi, Sabtu malam.

Akibat banjir tersebut, sebagian warga memilih mengungsi ke balai desa dan masjid setempat. Aparat desa memprioritaskan evakuasi kelompok rentan, seperti anak-anak dan lanjut usia.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, menyampaikan bahwa banjir akibat hujan berintensitas tinggi tercatat terjadi di sedikitnya tujuh kecamatan, yakni Kraksaan, Besuk, Krejengan, Gading, Maron, Sumberasih, dan Tongas.

“Petugas kami siagakan di lokasi terdampak untuk melakukan pemantauan dan membantu evakuasi apabila diperlukan,” ujar Oemar.

Ia menambahkan, sejumlah fasilitas umum dilaporkan terdampak banjir. Namun, pendataan kerusakan dan kerugian material baru akan dilakukan setelah kondisi dinyatakan aman dan air berangsur surut. BPBD juga mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan banjir untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan.

Hingga Sabtu malam, tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Namun, banjir diperkirakan menimbulkan kerugian material, baik pada perabot rumah tangga warga maupun fasilitas di lingkungan pondok pesantren. (aly/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.